Dibayangi Isu Greenland, Rupiah Punya Peluang Menguat

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah dapat menguat terbatas seiring dampak potensi tarif baru Amerika Serikat (AS) terhadap negara-negara yang menentang keinginan Washington untuk menguasai Greenland.

“Rupiah diperkirakan akan bergejolak terhadap dolar AS dengan potensi menguat terbatas. Dolar AS melemah pagi ini, dengan investor menghitung dampak dari potensi tarif baru AS terhadap negara-negara yang menentang keinginan AS menguasai Greenland,” katanya, Senin (19/1/2026).

Baca Juga
  • Rupiah Terus Melemah, Bagaimana Dampaknya?
  • Rupiah Bertahan di Rp16.800-an, BI Cermati Tekanan Modal Asing
  • Ketum GIM Dukung Evaluasi Pilkada Langsung: Hemat Anggaran Triliunan Rupiah

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, bergerak melemah 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp 16.904 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.887 per dolar AS.

Mengutip Kyodo, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor tambahan kepada negara-negara yang tidak mendukung upaya Amerika Serikat mencaplok Greenland.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sikap Trump yang bersikukuh ingin menguasai Greenland, wilayah otonomi Denmark yang strategis dan kaya sumber daya alam, telah memicu penolakan keras dari para pemimpin Eropa.

Ia menegaskan pulau terbesar di dunia itu harus dikuasai demi keamanan nasional AS karena kehadiran China dan Rusia di kawasan Arktik semakin meningkat.

“Rupiah mungkin tidak akan menguat banyak dan juga masih berpotensi melemah oleh sentimen risk off dari eskalasi ini,” ujar Lukman.

Di sisi lain, investor turut mengantisipasi Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu (21/1/2026) yang diperkirakan bakal memutuskan untuk mempertahankan suku bunga. “Namun, investor mencari kejelasan akan prospek suku bunga ke depannya,” ujar dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, kurs rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp 16.850–Rp 16.950 per dolar AS.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Buka Turnamen Tenis Meja, Plt Sekjen MPR Tekankan Sportivitas-Silaturahmi
• 6 jam laludetik.com
thumb
Gegara Banjir, KAI Refund Rp3,5 Miliar Tiket
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Seminggu Terendam Banjir, Warga Pati Mulai Terserang Penyakit
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Alternatif Non-Sawit, BRIN Kembangkan Malapari Untuk Biosolar dan Bioavtur
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemantauan Emisi Metana Berbasis Drone di Sektor Minyak dan Gas
• 10 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.