Hotel “Bulan” Pertama di Dunia Kini Dibuka untuk Pemesanan, dengan Deposit Maksimal Rp 16,8 Miliar

erabaru.net
8 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Perusahaan rintisan Amerika GRU Space mengumumkan bahwa hotel “Bulan” pertama mereka dijadwalkan akan dibuka pada tahun 2032. Uang muka menginap dapat mencapai hingga 1 juta dolar AS (Rp 16,8 miliar). Saat ini telah dibuka pendaftaran pemesanan. Ini menandai pertama kalinya dalam sejarah manusia sebuah hotel di Bulan membuka program reservasi.

Menurut laporan Oddity Central, GRU Space—sebuah perusahaan rintisan yang didirikan oleh Skylar Chan yang baru berusia 21 tahun—berencana membuka hotel pertama di Bulan sebelum tahun 2032. Kini telah mulai menerima pemesanan dari para penggemar luar angkasa yang memiliki kemampuan finansial besar.

Biaya akhir pembangunan kamar belum ditentukan, namun Skylar Chan menyatakan bahwa biayanya akan melebihi 10 juta dolar AS. Kabar baiknya, pelanggan tidak perlu membayar seluruh biaya sekaligus. Saat ini perusahaan menerapkan sistem pembayaran uang muka. Tergantung pada pilihan paket menginap, setiap pemesan harus membayar uang muka sekitar 250 ribu hingga 1 juta dolar AS, dengan jumlah pasti bergantung pada paket yang dipilih.

Perusahaan ini merencanakan proyek tersebut dalam tiga tahap.

Pada tahun 2029, mereka akan meluncurkan muatan sekelas CubeSat seberat sekitar 10 kilogram menggunakan wahana pendarat Bulan komersial (misi CLPS), untuk menguji dua teknologi inti:

  1. Material dan sistem pengembangan modul hunian tiup.
  2. Teknologi mengubah tanah Bulan (regolit) menjadi material bangunan yang mengeras seperti semen.

Tahap ketiga adalah mulai melakukan penyebaran hotel. Pada tahun 2032, melalui wahana pendarat Bulan berbobot berat, hotel tiup yang telah dirakit akan dikirim ke permukaan Bulan.

Namun, hingga saat ini, seluruh konsep teknologi yang terlibat dalam rencana tersebut belum pernah diuji di luar angkasa, dan keseluruhan proyek masih didasarkan pada serangkaian asumsi.

Banyak warganet Tiongkok bersikap setengah percaya terhadap gagasan ini. Ada yang berkomentar,
“Bagaimana kalau saat menginap terjadi tabrakan komet?”
“Mereka bahkan belum bisa membuktikan tanah Bulan yang digunakan itu asli, tapi sudah berani bikin presentasi membangun hotel dari tanah Bulan.”
“Saya tidak percaya. Dalam 7 tahun bisa membangun hotel di Bulan? Terlalu muluk.”

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa rencana ini memang ditujukan bagi kalangan super kaya. Bagi orang biasa, liburan ke Bulan terdengar seperti angan-angan belaka. (Hui)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 21 Orang, Jumlah Korban Bisa Bertambah dengan 300 Orang Mengalami Luka Serius
• 8 jam lalumerahputih.com
thumb
Tim SAR Gabungan Temukan Serpihan Pesawat ATR 42-500
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Kurang Fit, Richard Lee Minta Pemeriksaan sebagai Tersangka Ditunda
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Penampakan Parkiran Depan Stasiun Bogor yang Terbakar, Sejumlah Motor Tinggal Rangka
• 8 jam lalukompas.com
thumb
FPCI: Indonesia Harus Jaga Jarak Strategis dari Amerika Serikat dan China
• 1 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.