Masoud Pezeshkian Presiden Iran memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran akan dianggap sebagai deklarasi “perang total” terhadap bangsa Iran.
Melansir kantor berita Xinhua, pernyataan itu disampaikan Pezeshkian lewat akun media sosial X pada, Minggu (18/1/2026), di tengah memanasnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS), menyusul saling serang retorika antara Teheran dan Washington.
Ia merespons pernyataan Donald Trump Presiden AS pada, Sabtu (16/1/2026), yang menyebut bahwa sudah “saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran”.
“Setiap serangan terhadap pemimpin besar kami akan setara dengan perang total terhadap bangsa Iran,” tulis Pezeshkian.
Dalam pernyataannya, Presiden Iran juga menyalahkan AS atas kesulitan ekonomi yang dialami negaranya. Ia menuding “permusuhan yang telah berlangsung lama” serta “sanksi tidak manusiawi” yang diberlakukan Washington bersama sekutunya sebagai penyebab utama penderitaan rakyat Iran.
Ketegangan diplomatik ini semakin meningkat setelah sebelumnya, Khamenei pada hari yang sama menyebut Donald Trump sebagai “penjahat”. Khamenei menuding Trump bertanggung jawab atas korban jiwa dan kerusakan yang terjadi selama periode kerusuhan domestik di Iran.
Hubungan antara Teheran dan Washington memang terus berada dalam kondisi tegang sejak kembalinya Trump ke Gedung Putih.
Pemerintah AS kembali menerapkan kebijakan maximum pressure atau tekanan maksimum terhadap Iran, yang ditandai dengan penguatan sanksi ekonomi serta pernyataan-pernyataan keras dari kedua belah pihak. (bil/iss)



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2022%2F08%2F22%2Fbf583ae3-d519-4029-a54c-17ef24091ed7.jpg)