Sailun Siap Jadi Produk OEM, Bisa Produksi Jutaan Ban per Tahun

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita
Demak: Sailun Group terus bergerak memenuhi kebutuhan pasar ban kendaraan bermotor di Indonesia. Baik untuk pemenuhan sektor retail, maupun produk OEM yang kini sedang dalam penjajakan dengan Vinfast dan Chery.
 
Komitmen jangka panjang Sailun di tanah air juga telah diwujudkan, melalui pembangunan fasilitas manufaktur di Demak, Jawa Tengah, yang dikelola PT Sailun Manufacturing Indonesia, anak perusahaan Sailun International Holding.
 
Pabrik yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada Oktober 2024 ini, dibangun dengan nilai investasi USD 251,44 juta (atau sekitar Rp 4 triliun) dan akan memproduksi ban radial untuk kendaraan penumpang (PCR), bus dan truk (TBR), serta alat berat (OTR).

Pada fase awal, pabrik Sailun Indonesia ditargetkan memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 3,6 juta ban PCR, 600 ribu ban TBR, dan 37.000 ton ban OTR. Selain memenuhi kebutuhan domestik, fasilitas ini juga dirancang sebagai basis ekspor untuk kawasan Asia Pasifik. Baca Juga:
Mandatori Biodiesel 2026 Tetap Solar B40, B50 Masih Tahap Kajian
Saat ini, Sailun memiliki lebih dari 1.500 varian produk ban, yang mencakup segmen kendaraan penumpang, kendaraan niaga, hingga aplikasi khusus seperti pertambangan, kehutanan, dan pertanian. Bangun Ekosistem Produk dan Layanan Terintegrasi Tak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, Sailun Indonesia juga dikembangkan sebagai hub distribusi, dan layanan purna jual nasional. Melalui PT Sailun Tire Indonesia dan dukungan mitra lokal, Sailun membangun sistem distribusi, guna memastikan ketersediaan produk, kecepatan pengiriman, serta layanan purna jual yang kompetitif di seluruh Indonesia.
 
“Dengan beroperasinya basis manufaktur Sailun di Indonesia, kami membangun ekosistem produk dan layanan yang lengkap. Mulai dari PCR, TBR, OTR, hingga Tube dan Flap, yang berakar pada semangat Made in Indonesia,” ujar Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin, di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (17/1/2026).
 
Disampaikannya, ini bukan hanya perluasan kapasitas produksi. Tetapi juga berperan sebagai ‘Smart Manufacturing’ alias pabrik pintar, yang juga terus melakukan peningkatan kemampuan perusahaan. Baca Juga:
Rencana Skema Baru Uni Eropa Lindungi Industri Otomotif dari Merek China
Dalam menyediakan produk dan layanan yang lebih lokal, responsif, dan terintegrasi bagi para mitra. Ke depan, penggunaan material lokal pada produk-produknya menurut Eko juga terus ditingkatkan, mengait semangat made in Indonesia tadi.
 
Momentum tersebut dirayakan melalui agenda ‘Smart Manufacturing · Shared Success – Sailun Group Partners Conference’, yang menjadi ajang kolaborasi strategis, untuk membuka babak baru pertumbuhan Sailun di Asia Tenggara. (Autogear.id/Alun Segoro)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pejabat Kena OTT KPK di Pati: Bupati Sudewo
• 1 jam laludetik.com
thumb
BPBD DKI Jakarta Pastikan Banjir di Ibu Kota Sudah Surut
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Bertahan di Tengah Sampah dan Pencemaran, Ikan Sapu-sapu Mendominasi di Sungai Ciliwung
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Ancaman Badai di Depan Mata, Warga Kota Kupang Bersiap Evakuasi Mandiri
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Prabowo Teken Kerja Sama Kapal Nelayan hingga Kolaborasi Universitas di Inggris
• 31 menit lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.