Pemkab Kepulauan Seribu Bangun Tanggul Pengaman Pantai di Pulau Tidung Cegah Abrasi

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu membangun tanggul pengaman pantai di Pulau Tidung untuk mencegah abrasi dan dampak gelombang laut yang mengancam permukiman warga serta fasilitas umum.

Pembangunan tanggul dilakukan sebagai upaya memperkuat garis pantai sekaligus melindungi kawasan pesisir yang rawan tergerus air laut.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu Mustajab menyampaikan bahwa “Tanggul ini dibangun menggunakan kubus masif sebagai struktur utama untuk memperkuat garis pantai sekaligus melindungi permukiman warga dan fasilitas umum”.

Lokasi pembangunan tanggul pengaman pantai berada di RT 007/02.

Tanggul dibangun di sisi selatan Jembatan Cinta Kelurahan Pulau Tidung Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

  • Panjang tanggul yang dibangun mencapai 84 meter.
  • Ketinggian tanggul pengaman pantai mencapai 2,5 meter.

Mustajab menyampaikan bahwa “Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 45 persen”.

  • Pekerjaan pembangunan tanggul telah dimulai sejak 12 Januari 2025.
  • Pembangunan tanggul ditargetkan rampung dalam waktu 20 hari kerja.

Proses pembangunan menghadapi tantangan cuaca berupa ombak besar dan angin barat.

Mustajab menyampaikan bahwa “Kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri, tetapi petugas tetap berupaya maksimal agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu dengan mengutamakan keselamatan”.

Kepala Seksi Pantai Suku Dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu Wahyu Maulana menjelaskan bahwa pembangunan tanggul merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat setempat.

Selain pemasangan kubus masif dilakukan pula restorasi pantai sebagai langkah perlindungan jangka panjang.

Wahyu Maulana menyampaikan bahwa “Saat ini kami juga melakukan restorasi pantai melalui pemasangan geobag di sisi utara Jembatan Cinta untuk menahan laju abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir”.

Geobag merupakan kantong kuat berbahan geotekstil yang diisi material lokal seperti pasir atau tanah.

Geobag berfungsi untuk pengendalian erosi stabilisasi lereng perlindungan pantai serta pembangunan struktur sementara seperti tanggul atau pemecah gelombang secara ekonomis dan ramah lingkungan.

Pembangunan tanggul dan restorasi pantai diharapkan dapat memperkuat infrastruktur pengamanan pantai di Pulau Tidung.

Proyek ini juga diharapkan mendukung keberlanjutan sektor pariwisata di Kepulauan Seribu.

Wahyu Maulana menyampaikan bahwa “Kami berharap masyarakat turut menjaga hasil pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang”.

Pada pertengahan tahun 2025 Suku Dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu pernah melakukan sosialisasi pembangunan tanggul dan pemecah ombak.

Sosialisasi tersebut dilakukan di tiga kelurahan di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Total biaya pembangunan tanggul dan pemecah ombak tersebut mencapai Rp82,48 miliar.

  • Proyek tersebut berada di Kelurahan Pulau Kelapa.
  • Proyek juga dilaksanakan di Kelurahan Pulau Tidung.

Selain itu pembangunan tanggul dan pemecah ombak dilakukan di Kelurahan Pulau Lancang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tiket Pesawat Sering Jadi Biang Kerok Inflasi, Kemenhub Buka Suara
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jakarta Banjir, Pramono Anung Akui Modifikasi Cuaca Sempat Terhenti karena Prakiraan Cuaca Meleset
• 10 menit lalukompas.tv
thumb
Terkonfirmasi, Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK Hari Ini
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Dua Parpol Baru di Pertengahan Januari, Eks Perindo dan Kendaraan Anies
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
KIM Indonesia Bidik Pertumbuhan AUM 30%, Siapkan 6 Produk Baru di 2026
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.