“Pendidikan Tanggung Jawab” Seorang Ayah dari Denmark

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Lauter senior (Transliterasi-red) adalah pedagang besar di pasar ikan setempat. Dia memiliki seorang putra bertubuh tinggi—lebih dari 1,9 meter—yang dikenal patuh dan berperilaku baik. Selain bersekolah, hampir seluruh waktu luangnya dia gunakan untuk membantu orangtuanya bekerja.

Lauter biasanya selalu ramah dan murah senyum. Namun hari itu adalah pengecualian.

Aku menyaksikan sendiri Lauter menarik putranya, Lauter yunior, naik ke mobil dengan wajah muram dan tegang. Aku pun segera mendekat untuk menanyakan apa yang terjadi.

Dengan wajah gelap, Lauter menjelaskan bahwa sore itu, Lauter yunior —yang sedang bertugas di toko—telah menjual sebuah kotak pendingin kepada seorang nelayan. Kotak pendingin tersebut ternyata barang cacat: sumbat plastiknya longgar. Kotak itu sebenarnya sudah dikeluarkan oleh Lauter untuk dikembalikan ke pemasok, tetapi Lauter yunior tidak mengetahuinya.

Aku mencoba menenangkan Lauter sambil berkata : “Di Tiongkok ada pepatah: tidak tahu berarti tidak bersalah.”

Namun Lauter senior menjawab tegas:  “Memang saya tidak memberitahunya. Tetapi sebagai pegawai toko, dia seharusnya memeriksa barang dengan teliti sebelum menjualnya kepada pelanggan. Sekarang, dia harus ikut saya untuk menebus kerugian orang lain.”

Sayangnya, hari itu nelayan bernama Vandersa tidak berada di tempat.

Seperti yang diduga, keesokan harinya Lauter menemukan nelayan tersebut di pasar ikan. Satu kotak penuh ikan telah rusak, mengeluarkan bau busuk yang menyengat.

Lauter pun memanggil putranya (Lauter yunior) pulang dari sekolah.

Di hadapan banyak orang, Lauter meminta Lauter yunior  menaruh ikan-ikan yang telah rusak itu di atas timbangan miliknya, lalu menimbangnya. Setelah itu, dia mengeluarkan kalkulator dan menghitung kerugian berdasarkan harga ikan hari itu—jumlahnya sekitar 1.000 euro.

Dia memperlihatkan angka di kalkulator kepada putranya dan berkata : “Lihatlah, ini adalah kerugian yang disebabkan oleh kesalahanmu. Ingatlah, kesalahan sendiri harus ditanggung sendiri. Aku sudah meminta izin cuti satu bulan dari sekolah untukmu. Selama satu bulan ini, kamu harus bekerja membantu Vandersa sampai kerugian itu terganti.”

Renungan Redaksi

Ini adalah sebuah kisah peringatan yang sangat baik. Sering kali, satu kelalaian kecil dapat menimbulkan kerugian yang besar.

Cara yang ditempuh sang ayah bukan hanya memberi pelajaran berharga bagi anaknya, tetapi juga menjadi promosi positif bagi tokonya—membuat pelanggan merasa lebih aman dan percaya untuk berbelanja di sana.

Sang anak pun belajar bahwa satu kecerobohan kecil dapat memicu rangkaian masalah dan kerugian. Pelajaran ini akan membuatnya jauh lebih berhati-hati di masa depan, sekaligus meletakkan fondasi penting bagi keberhasilannya kelak.

Pembaca yang terhormat, pemikiran apa yang muncul dalam benak Anda setelah membaca kisah ini?

Pelajaran apa yang Anda peroleh darinya?

Saat Anda menjual barang kepada pelanggan, apakah Anda juga dapat menerapkan prinsip seperti yang dikatakan Lauter senior : “Sebagai penjual, kita wajib memeriksa barang dengan teliti sebelum menyerahkannya kepada pelanggan.”

Bayangkan ketika Anda berbelanja, lalu penjual dengan sungguh-sungguh menguji dan mendemonstrasikan produk di hadapan Anda untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik—tentu pengalaman berbelanja itu terasa menyenangkan dan membuat Anda yakin bahwa penjual tersebut benar-benar peduli. Di kemudian hari, Anda pun akan senang kembali ke toko itu.

Tentu saja, sebelum kita berharap orang lain melayani kita dengan cara seperti itu, kita juga perlu lebih dulu melayani orang lain dengan sikap yang sama.

Percayalah, kebiasaan baik seperti ini, bila terus dipraktikkan, akan menyebar dan membawa kebaikan bagi banyak orang. (jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemerintah berlakukan pembatasan kendaraan di jembatan bailey Bireuen
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Akses Masih Terbatas, Suplai BBM Dijamin Jangkau Wilayah Aceh
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Korban Kedua ATR 42-500 Ditemukan Tewas di Jurang 500 Meter
• 1 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kepala BPH Migas Pergoki Truk Diduga Selewengkan BBM Subsidi di SPBU Lhokseumawe
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Dahlia Poland Ungkapkan Alasan Tak Membawa Anak Tinggal Bersamanya Usai Berpisah dari Fandy Christian
• 3 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.