JAYAPURA, KOMPAS - Maskapai Trigana Air menghentikan sementara penerbangan ke Yahukimo, Papua Pegunungan, setelah muncul isu teror penembakan pesawat menjelang kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Penghentian selama hampir sepekan tersebut direncanakan usai pada Selasa (20/1/2026).
Manager Aviation Security Trigana Air Alfred mengatakan, pihaknya memutuskan menghentikan penerbangan dari dan ke Bandar Udara Nop Goliat di Yahukimo, sejak 14 Januari 2026. Keputusan ini, kata Alfred, berdasarkan isu keamanan yang disampaikan bandara setempat.
“Saat ini, kami tengah mematangkan penerbangan kembali pada 20 Januari 2026,” kata Alfred, saat dihubungi dari Jayapura, Senin (19/1/2026).
Sebelumnya, kondisi ini berkaitan dengan teror penembakan yang diklaim dilakukan kelompok bersenjata bersenjata (KKB) menjelang kunjungan kerja Wapres Gibran.
Selama dua hari, Selasa dan Rabu (13-14/1/2026), KKB menyebarkan sejumlah video tengah menembaki pesawat. Salah satu video menunjukkan, pesawat yang ditembaki diduga maskapai Trigana Air.
Berdasarkan laporan polisi, penerbangan di Bandara Nop Goliat pada 13 Januari 2026 berjalan lancar. Namun, sehari kemudian, penerbangan komersial dibatalkan berkaitan dengan isu keamanan ini.
Kepala Polres Yahukimo Ajun Komisaris Besar Zet Saalino menyampaikan, situasi di Yahukimo semakin kondusif. Dia menyebut, video penembakan yang beredar belum bisa dipastikan produksi baru atau lama.
”Bisa saja hanya propaganda,” ujarnya pada Senin.
Sejak teror KKB menjelang kedatangan Gibran, aparat keamanan berusaha menjaga Bandara Nop Goliat. Anggota Polres Yahukimo bersama Satgas Damai Cartenz menyisir hingga radius 6-7 kilometer sekitar bandara.
Dalam penyisiran ini, aparat menemukan lokasi yang diduga lokasi KKB menembaki pesawat Trigana Air. Lokasinya berada dalam radius dua kilometer dari Bandara Nop Goliat.
Zet juga memastikan, sejak 16 Januari 2026, penerbangan pesawat kecil ke kampung dan distrik pedalaman berlangsung lancar. ”Situasi semakin kondusif, anggota sudah kami disebar menyisir hutan sekitar bandara,” ucapnya.
Sementara itu, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom, menyatakan, pihaknya bertanggungjawab dalam penembakan jelang kunker Wapres Gibran. Sebby mengatakan, aksi itu merupakan peringatan atas kunjungan Gibran.
Sebby menyatakan, pihaknya menembaki pesawat sipil karena membawa aparat militer dan polisi Indonesia. Untuk situasi terbaru, Sebby menyebut, belum menerima perkembangan dari anak buahnya di Yahukimo.
“Untuk situasi terbaru, kami belum mendapat laporan lagi dari lapangan,” ujar Sebby saat dihubungi, Senin pagi.
Penembakan oleh KKB pernah terjadi beberapa kali di Bandara Nop Goliat. Pada 17 Februari 2024, misalnya, KKB menembaki pesawat Wings Air. Penembakan terjadi saat pesawat akan mendarat sekitar pukul 15.20 WIT.
Tembakan tersebut mengenai sisi sebelah kiri dan menembus badan pesawat yang membawa 36 penumpang itu. Seorang penumpang terluka karena terkena serpihan kaca.
Polisi menyatakan, kelompok penyerang diperkirakan menembakkan sejumlah peluru tajam ke arah pesawat yang terbang dari Bandara Sentani, Jayapura, itu. Namun, hanya satu peluru yang mengenai bagian pesawat.
Selain itu, pada 11 Maret 2023, KKB juga menembaki pesawat Trigana Air saat hendak lepas landas di Bandara Nop Goliat. Seorang penumpang terluka terkena serpihan tembakan.
Berdasarkan keterangan kepolisian, pesawat bernomor penerbangan PK-YSC ini ditembaki sebanyak lima kali saat lepas landas dari Bandara Nop Goliat pada pukul 14.07 WIT. Sebelumnya, juga terdengar bunyi empat kali tembakan saat pesawat hendak mendarat pukul 13.35 WIT.
Pesawat Trigana PK-YSC itu mengangkut 53 penumpang dengan pilot kapten Edi Sunarto. Pesawat berhasil mendarat di Bandara Sentani di Jayapura pada pukul 14.59 WIT.
Saat itu, dari penyisiran di lokasi penembakan, tim gabungan menangkap tujuh orang dan menyita beberapa barang bukti. Menyikapinya, Trigana Air juga mengambil keputusan menghentikan sementara penerbangan dari dan ke Yahukimo.


