Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan anggaran Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) hingga mencapai Rp 1,6 triliun untuk mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) pada 2026.
Kamaruddin Amin Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag berpesan kepada PTKN agar juga mengalokasikan anggaran beasiswa bagi mahasiswa asing dan memberikan perhatian kepada warga sekitar kampus.
“Kenapa banyak orang Indonesia kuliah di Universitas Al Azhar, karena di sana kuliahnya gratis dengan beasiswa dan biaya hidup murah,” ujar dia dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan beasiswa bagi mahasiswa asing menjadi langkah strategis dan akan berdampak besar bagi perguruan tinggi dan bangsa. Menurut dia, Indonesia berpeluang besar menjadi destinasi pendidikan Islam dunia.
Saat ini, kata Kamarudin, ada tiga universitas yang berpengaruh di dunia Islam yaitu Universitas Al Azhar, Universitas Madinah, dan Universitas Internasional Iran.
Selain beasiswa mahasiswa asing, ia juga menyinggung pentingnya perhatian civitas academica PTKN menguatkan kehadirannya kepada masyarakat sekitar.
“Mungkin di sekitar kampus banyak keluarga yang kurang mampu, maka PTKN harus hadir memikirkan mereka, salah satunya dengan beasiswa,” kata dia.
Perguruan tinggi, lanjutnya, harus memberi dampak kepada masyarakat, di tengah kebutuhan mereka yang kian kompleks.
Sebelumnya, Prabowo Subianto Presiden memberikan sejumlah arahan strategis untuk penguatan pendidikan tinggi nasional dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2026.
Taklimat tersebut menyoroti perluasan akses beasiswa, penguatan sains dan teknologi, serta pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional.
Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara menyampaikan bahwa para rektor dan guru besar mengapresiasi forum dialog langsung dengan Prabowo Presiden.
Bahkan, para rektor dan pimpinan perguruan tinggi mengusulkan agar forum serupa dapat dilaksanakan secara lebih rutin.
“Ada permohonan juga dari para rektor dan guru besar agar forum-forum seperti ini bisa lebih dirutinkan kembali,” ujarnya. (ant/bil/iss)




