Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan modifikasi cuaca untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang hilang dan jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
“Hari ini kita bersurat ke BMKG, bermohon agar dilakukan modifikasi cuaca,” ujar Sudirman kepada wartawan, Senin (19/1).
Ia mengatakan, permintaan modifikasi cuaca di Gunung Bulusaraung dilakukan lantaran tim SAR mengalami kesulitan dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
“Cuaca buruk dan medan ekstrem menjadi kendala dalam proses pencarian. Makanya, modifikasi cuaca ini sangat penting,” sambungnya.
Andi Sudirman berharap modifikasi cuaca tersebut dapat melancarkan proses pencarian hingga evakuasi korban.
Kata BBMKGMenanggapi permohonan pemerintah daerah, Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, memastikan modifikasi cuaca akan segera dilakukan.
“Kami akan segera melaksanakan modifikasi cuaca itu,” katanya terpisah.
Ia menegaskan, pihaknya telah menyiapkan satu unit pesawat yang diberangkatkan dari Semarang ke Makassar. Pesawat tersebut akan digunakan untuk teknologi modifikasi cuaca.
Nasrol menjelaskan, modifikasi cuaca dilakukan dengan menaburkan bahan tertentu di sekitar area operasi untuk mengendalikan intensitas curah hujan dan mengurangi potensi pembentukan awan.
“Untuk menghilangkan potensi awan-awan, dilakukan dengan menaburkan zat kapur,” terangnya.

