Trump Akan Bentuk Dewan Perdamaian untuk Gaza, Digadang Jadi Saingan DK PBB

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat (AS) mengundang delapan negara untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukan Presiden Donald Trump. Badan tersebut akan menyusun dan mengawasi kebijakan di Gaza usai perang selama dua tahun.

Menurut seorang pejabat AS yang namanya dirahasiakan, setiap negara anggota akan berkontribusi sebesar 1 miliar dolar AS atau setara Rp 16 triliun. Kontribusi tersebut akan digunakan untuk membangun ulang Gaza.

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menyatakan menerima undangan dari Trump. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto pada Minggu (18/1) waktu setempat.

Selain Hungaria, Kementerian Luar Negeri Vietnam menyebut Sekretaris Jenderal Partai Komunis To Lam juga menerima ajakan Trump tersebut. Negara lain yang turut diundang adalah Australia, India, Yordania, Yunani, Siprus, dan Pakistan.

Di samping delapan negara yang menyatakan bersedia menerima undangan Trump, Kanada, Turki, Mesir, Paraguay, dan Argentina turut mengonfirmasi menerima informasi terkait ajakan tersebut. Belum jelas total negara yang diundang Trump.

Trump kemungkinan besar akan mengumumkan secara resmi keanggotaan dewan tersebut pada pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos pada pekan ini.

Trump telah mengirimkan surat kepada para pemimpin negara pada Jumat (16/1) pekan lalu. Negara yang menerima undangan tersebut, kata Trump, akan dianggap sebagai negara pendiri.

“Dewan Perdamaian akan memulai pendekatan baru yang berani untuk menyelesaikan konflik global,” kata Trump dalam undangannya, seperti dikutip dari Associated Press.

Saingan DK PBB

Jika terbentuk, Dewan Perdamaian ini dinilai sejumlah pihak berpotensi menjadi saingan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Hingga kini, DK PBB merupakan entitas global paling berpengaruh yang dibentuk setelah Perang Dunia II.

DK PBB beranggotakan 15 negara, terdiri atas lima anggota tetap dan 10 anggota tidak tetap yang dipilih dan bertugas secara bergilir. Lima anggota tetap memiliki hak veto.

Pembentukan Dewan Perdamaian dilakukan di tengah menurunnya pengaruh PBB akibat pemotongan anggaran besar-besaran oleh pemerintahan Trump serta sejumlah negara donor lainnya.

Tony Blair hingga Jared Kushner

Akhir pekan lalu, AS juga telah merilis nama-nama anggota Dewan Perdamaian yang akan memonitor perkembangan Gaza, sebagai bagian dari rencana AS untuk menjaga perdamaian di kawasan tersebut.

Dilansir AFP, Presiden Donald Trump yang akan mengepalai dewan ini.

Sementara isinya ada eks Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Menlu AS Marco Rubio, utusan khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, Pebisnis Marc Rowan, Penasihat Politik Robert Gabriel, hingga menantu Trump Jared Kushner.

"Ini adalah dewan paling prestisius dan hebat yang bisa dikumpulkan saat ini," kata Trump, dalam keterangan resmi yang dibagikan Gedung Putih, Sabtu (17/1).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bahas Fenomena Migrasi Kaum Rebahan Asal China, FSI Datangkan Ahli Kelas Dunia
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Inara Rusli Cabut Laporan, Polda Metro Panggil Insanul Fahmi Besok
• 4 jam laluidntimes.com
thumb
Ekspor Udang Indonesia ke AS Aman, KKP Terbitkan 1.248 Sertifikat
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sinopsis Drama China Put Your Head on My Shoulder, Kisah Cinta Romantis Si Jenius Fisika dan Gadis Akuntansi, Awas Baper!
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Proyeksi Dampak Ekonomi Global Piala Dunia 2026 Ditaksir Capai US$80,1 Miliar
• 6 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.