Mentan Ungkap Jepang hingga Rusia Kini Datang ke RI Tanya Masalah Pertanian

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap kini berbagai negara bahkan negara maju datang ke Indonesia untuk belajar pertanian. Beberapa negara sebelumnya belum pernah ke Indonesia untuk belajar pertanian.

Adapun beberapa negara yang disebut Amran tersebut adalah Chile, Jepang, Kanada, Belarusia, Australia, sampai Rusia.

"Yang menarik adalah, negara-negara besar, negara maju, pertama menginjakkan kakinya disuruh untuk Menteri Pertaniannya. Dari Jepang datang, dari Chile, Jepang, Kanada datang ke Indonesia. Ini datang. Ini Chile, Jepang juga datang. Tidak pernah kunjungan ke Indonesia untuk pertanian karena mereka lebih maju daripada kita," kata Amran di Kepulauan Riau, Senin (19/1).

"Chile, Belarusia, ini negara-negara yang tidak pernah datang ke Indonesia. Juga ada Australia, Rusia. Ini Australia datang, Rusia. Beberapa negara yang datang,” kata Amran di Kepulauan Riau, Senin (19/1).

Menurut Amran, negara-negara itu ingin tahu mengapa produksi pangan Indonesia bisa berkembang pesat.

“Mereka datang bertanya apa yang dilakukan di Indonesia. Jepang bertanya apa dilakukan sehingga melompat ke nomor dua dunia,” ujarnya.

Untuk menjawab pertanyaan itu, Amran menjelaskan berbagai macam teknis seperti soal bibit seperti bibit biosalin yang tahan terhadap kekeringan. Meski demikian, Amran juga menjelaskan pemerintah turut melakukan perbandingan pertanian dengan beberapa negara di luar negeri. Negara yang menjadi bahan perbandingan di antaranya adalah Brasil, China, Vietnam sampai Amerika Serikat (AS).

“Kami sengaja keliling dunia, kami ke China, mengecek teknologi orang. Kami ke China, kami ke Vietnam, kami ke Brasil. Ini Amerika, Arkansas, kami ke Dallas. Kami keliling, untuk melihat komparasi apa yang dilakukan negara lain. Indonesia pasti bisa, pasti bisa,” kata Amran.

Amran kemudian mengungkap sempat ditanya oleh berbagai negara, termasuk Jepang, soal apa yang dilakukan Indonesia hingga panggannya bisa melompat ke nomor dua dunia.

"Ternyata, para bupati, balik kota, gubernur yang ada, (caranya) sederhana. Kalau berhasil, apa pun kita cerita itu benar. Tapi kalau gagal, tidak ada cerita yang benar bagi kita," ungkapnya.

Amran mengungkapkan menjelaskan berbagai macam teknik, seperti soal bibit biosalin yang tahan terhadap kekeringan. Padahal, bibit biosalin itu sudah lama ada.

"Ada bibit macam-macam. Apa pun kita cerita kalau sukses, itu orang nganggap. Tapi kalau kita impor, baru menceritakan teknologi, itu tidak ada kebenaran di dalamnya, menurut si pendengar," ujarnya.

"Kami sengaja keliling dunia. Kami ke China, mengecek teknologi orang. Kami ke China, kami ke Vietnam, kami ke Brazil. Ini Amerika, Arkansas, kami ke Dalas. Kami keliling untuk melihat komparasi apa yang dilakukan negara lain. Indonesia pasti bisa. Pasti bisa," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Digugat Terkait Kasus Akpol, Adly Fairuz Siap Jalani Proses Hukum
• 19 jam lalueranasional.com
thumb
Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Kalah dari Spanyol, WNI di Jepang Terus Berikan Dukungan
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Siapa Paulo Ricardo? Eks Liga Champions yang Disebut-sebut Siap Perkuat Persija Jakarta
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Temuan Kotak Oranye di Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Sempat Disebut Black Box, Ternyata
• 9 jam lalufajar.co.id
thumb
Tim SAR Mendirikan Tenda di Bulusaraung, Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42
• 21 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.