Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan pihaknya akan bekerja secara transparan dalam penyelenggaraan haji 2026. Transparansi akan dilakukan di semua lini, termasuk anggaran makan per jemaah.
Dahnil mengungkap anggaran konsumsi bagi jemaah haji 2026 per harinya mencapai Rp 180 ribu.
"Misalnya terkait dengan katering, berapa harga katering, bahkan kami buka. Misalnya saya berikan katering itu kita satu hari sekitar 40 riyal (Rp 180 ribu). 40 riyal ya," kata Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (19/1).
Dahnil merinci, makan pagi anggarannya 10 riyal, makan siang dan malam masing-masing 15 riyal, sehingga total 40 riyal.
"Berarti teman-teman bisa ukur nanti," ungkapnya.
Dengan transparansi tersebut, Dahnil berharap masyarakat tahu hak-hak yang bisa didapatkan oleh mereka sebagai jemaah.
"Oleh sebab itu kita ingin semua pihak terlibat supaya saling kontrol satu dengan lainnya," ucapnya.
Petugas Fokus Pada TugasDalam kesempatan yang sama, selain dari sisi transparansi, Dahnil berharap Petugas haji bisa fokus kepada tugasnya.
"Misalnya akomodasi terkait dengan hotel dan sebagainya, itu juga harus menjadi perhatian teman-teman terhadap perlayanan," kata dia.
"Yang paling krusial itu nanti di Armuzna, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Nah, harus dipastikan semuanya bekerja di bawah satu komando," sambungnya.
Menurut Dahnil, Diklat petugas dengan konsep semi-militer adalah untuk membentuk pola kerja yang teratur dan disiplin. Sehingga petugas bisa bekerja dengan baik.
"Itulah pentingnya kenapa petugas haji itu dilatih semi-militer. Selain memang ada permasalahan kerja fisik yang sangat berat, tapi kemudian ada kewajiban untuk memahami rentang komando dan bekerja di satu tim yang solid," pungkasnya.


