Hujan yang mengguyur Jakarta pada Minggu (18/1) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. BPBD Jakarta mencatat pada pukul 14.00 WIB kemarin terdapat 48 RT dan 29 ruas jalan yang terendam banjir. Jumlah itu yang terbanyak sepanjang hari kemarin.
Wilayah Kelurahan Rawa Terate menjadi yang terendam banjir sangat tinggi pada saat itu, yakni mencapai 110 cm.
Banjir berangsur surut seiring dengan hujan yang mereda. Laporan BPBD Jakarta pada Senin (19/1) pukul 06.00 WIB, tersisa satu ruas jalan yang terendam banjir, yakni Jalan Kampung Sepatan dengan ketinggian 20 cm.
Adapun banjir yang terjadi kemarin berdampak pada banyak hal, terutama mobilitas warga. Berikut rangkuman dampak banjir yang terjadi kemarin:
Perjalanan Kereta TergangguGenangan air terpantau di sejumlah lokasi operasional di Wilayah Daop 1 Jakarta, meliputi emplasemen Stasiun Kampung Bandan, petak jalan Jakarta Kota–Tanjung Priok, emplasemen Jakarta Gudang, emplasemen Jakarta Kota, serta emplasemen Sungai Lagoa.
Hujan deras sejak dini hari menyebabkan ketinggian air di beberapa titik sempat mencapai sekitar 10 sentimeter dari kepala rel. Untuk menjaga keselamatan perjalanan, KAI memberlakukan pembatasan kecepatan, pemasangan semboyan pengamanan, serta pengaturan dan rekayasa operasional perjalanan kereta api dan layanan Commuter Line.
Layanan commuter line di Stasiun Tanjung Priok dan Kampung Bandan baru kembali beroperasi pada pagi ini. Namun kereta masih melaju dengan kecepatan terbatas.
Motor Masuk TolBanjir yang menggenangi Jalan Ahmad Yani membuat polisi mengizinkan pengendara motor melintas di Jalan Tol mulai dari Gerbang Tol Pulo Mas arah Tanjung Priok pada Minggu (18/1) siang.
Dalam video yang diunggah di akun TMC Polda Metro Jaya, tampak pengendara motor berbondong-bondong melintas di jalan tol. Mereka dipandu petugas kepolisian.
Lalu Lintas Jalan Gunung Sahari LumpuhBanjir menggenangi kawasan Gunung Sahari, tepatnya di seberang WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, pada Minggu (18/1) siang. Ketinggian air pada saat itu mencapai 60 cm.
Genangan air membuat arus lalu lintas lumpuh total. Sejumlah ruas jalan terpaksa ditutup karena tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Pengendara diminta memutar balik dan mencari jalur alternatif.
Momen jalan yang direndam banjir tersebut dimanfaatkan anak-anak sekitar untuk bermain. Mereka berlari bahkan berenang di tengah banjir.
Tampak di lokasi tak ada satu pun kendaraan yang dapat melintas. Kondisi ini pun dimanfaatkan anak-anak tersebut. Mereka tertawa lepas sambil bermain air.
Banjir ini sudah terjadi sejak Minggu dini hari. Seorang warga setempat, Anwar (49), mengatakan air sempat lebih tinggi pada pagi hari.
“Tadi mah kalau subuh sampai pagi, sampai sedengkul lebih lah. Tapi setelah sudah jam segini ya reda, karena sudah disedot, dibuang airnya,” kata Anwar di lokasi.
Underpass Senen DitutupLalu lintas di Underpass Senen, Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat, ditutup akibat banjir. Petugas melakukan penutupan jalan agar banjir dapat segera tertangani.
Pantauan kumparan pukul 10.19 hingga 10.57 WIB, genangan air masih terlihat dengan ketinggian sampai mata kaki orang dewasa. Akses lalu lintas di underpass, Jalan Letjen Suprapto, ditutup.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat, Muhammad Soleh, mengatakan air mulai menggenang pada pukul 04.00 WIB dan terus meningkat seiring berjalannya waktu.
"Setelah subuh tadi ya, udah mulai meningkat (genangan airnya). Kita koordinasi untuk tutup jalan dan dengan Damkar untuk membantu memompa air," ucap Soleh.
Soleh juga menerangkan, ketinggian air mencapai 30 cm dan jalan ditutup sejak sekitar jam 05.30 WIB. Untuk penanganan awal, Bina Marga DKI mendatangkan 2 unit mobil untuk membawa 2 pompa air sebab satu dari dua pompa air di Underpass Senen rusak.
1.790 Pasukan Oranye DikerahkanPemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), mengerahkan 1.790 pasukan oranye untuk menangani sampah imbas banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta.
“Fokus kami adalah memastikan sampah tidak menumpuk, saluran air tetap berfungsi optimal, serta lingkungan warga terdampak banjir dapat segera dibersihkan secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto dalam keterangannya, Jumat (16/1).
DLH DKI Jakarta juga menyiapkan 101 unit truk pengangkut sampah, 116 unit alat berat, 15 perahu karet, 25 bus toilet, serta 48 toilet portabel.
Selain itu, disiapkan juga ribuan peralatan kerja, antara lain 1.369 cangkrang atau garpu penggaruk sampah, 1.235 cangkul, 1.329 sapu, serta 7.836 karung atau plastik sampah.
Asep menjelaskan, seluruh personel dan armada disebar di 25 lokasi rawan banjir untuk mempercepat penanganan sampah sekaligus menjaga fungsi drainase kota.
Modifikasi CuacaBPBD DKI Jakarta melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi berlangsung selama 5 hari, mulai 16-20 Januari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan pihaknya melakukan penyemaian garam di daerah perairan sebagai upaya untuk mengendalikan pertumbuhan awan yang akan menuju ke Jakarta.
"Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi hujan berintensitas tinggi yang dapat berdampak pada genangan dan banjir di wilayah DKI Jakarta," kata Isnawa dalam keterangannya
Pelaksanaan OMC dilakukan BPBD Jakarta bersama BMKG dan TNI AU. Kegiatan operasi dipusatkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.



