- Presiden Prabowo akan kunjungan strategis ke Inggris, termasuk bertemu Raja Charles III fokus konservasi Gajah Sumatera.
- Di Inggris, kunjungan ini juga akan menghasilkan MoU tentang pembuatan kapal ikan modern guna penguatan ekonomi maritim Indonesia.
- Setelah Inggris, Presiden menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, untuk menjajaki peluang ekonomi global.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memulai lawatan kenegaraan strategis ke Eropa, dengan agenda padat yang menggabungkan misi lingkungan, penguatan ekonomi maritim, hingga diplomasi tingkat tinggi di forum ekonomi dunia.
Kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Inggris dan Swiss ini disebut membawa sejumlah target krusial bagi kepentingan nasional Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa salah satu agenda utama dalam kunjungan ke Britania Raya adalah pertemuan penting antara Presiden Prabowo dengan pemimpin Kerajaan Inggris, Raja Charles III.
Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan tindak lanjut dari komitmen serius di bidang konservasi satwa liar.
Fokus utama pembicaraan akan tertuju pada kerja sama perlindungan gajah sumatera di Provinsi Aceh, sebuah isu yang memiliki keterkaitan langsung dengan langkah personal Presiden Prabowo di masa lalu.
"Ada rencana Bapak Presiden akan melakukan pertemuan dengan Raja Charles untuk menindaklanjuti kembali komitmen dari kita berkenaan dengan konservasi gajah di daerah Provinsi Aceh,” ujar Prasetyo saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Prasetyo menjelaskan lebih lanjut bahwa inisiatif ini berawal dari keputusan Prabowo Subianto sekitar delapan bulan lalu. Saat itu, perusahaan miliknya secara sukarela mengembalikan lahan konsesi di Aceh kepada negara.
Lahan tersebut kini telah dialihfungsikan menjadi kawasan vital untuk perlindungan gajah, sebuah proyek yang akan dikerjakan melalui kemitraan strategis dengan pemerintah Inggris.
Selain misi hijau, lawatan ke London juga sarat dengan agenda ekonomi. Presiden Prabowo dijadwalkan akan menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang berfokus pada sektor kelautan.
Baca Juga: TKD Aceh-Sumatra Tak Dipotong, Komisi II DPR: Awasi Ketat Jangan Sampai Ada Penyelewengan
Salah satu target utamanya adalah menginisiasi kerja sama pembuatan kapal tangkap ikan modern untuk mengatasi defisit armada nelayan nasional dan mengoptimalkan potensi maritim Indonesia yang melimpah.
“Hampir 2/3 luas negara kita adalah laut, kita masih membutuhkan puluhan ribu kekurangan kapal tangkap ikan. Jadi kita membuka kerjasama dengan siapapun baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk memperbanyak kita memiliki kapal-kapal tangkap ikan. Sekali lagi ini untuk menggerakkan ekonomi, membantu nelayan, sekaligus melindungi potensi kekayaan ikan kita,” jelasnya.
Di sektor pendidikan, kunjungan ini juga akan menjadi momen finalisasi kerja sama dengan salah satu grup universitas terkemuka di Inggris.
Agenda ini merupakan kelanjutan dari proses penjajakan yang sebelumnya telah dirintis oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Setelah menyelesaikan seluruh agenda di Inggris, Presiden Prabowo Subianto akan langsung bertolak ke Davos, Swiss.
Kehadirannya di sana adalah untuk berpartisipasi dalam forum bergengsi World Economic Forum (WEF), sebuah platform yang mempertemukan para pemimpin negara, pebisnis, dan pemikir global.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5378168/original/023047200_1760212331-562537073_18529363246047097_5022954532577445981_n__1_.jpg)