Yogyakarta, tvOnenews.com - Talud Sungai Buntung di Kota Yogyakarta ambrol setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir.
Tingginya curah hujan disertai tumpukan sampah di alur sungai menyebabkan aliran air tersumbat sehingga membuat struktur penahan talud runtuh.
Peristiwa ambrolnya talud sungai turut menyeret fondasi bangunan Balai RT 57 Bangunrejo yang ambles ke dasar sungai.
"Sebenarnya, kerusakan awalnya dari sampah yang menumpuk jadi tinggi. Tahun lalu, kami cek untuk asesmen disini (Sungai Buntung) ketinggian sampah sudah sampai tiga meter dari dasar sungai. Itu merubah aliran air kemudian membahayakan fondasi bangunan," terang Hasri Nilam Baswari, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas PUPKP Kota Yogyakarta disela pengecekan talud sungai Buntung, Senin (19/1/2026).
Pengecekan ini dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) guna melihat tingkat keparahan sekaligus menyiapkan alat untuk penanganan awal.
"Memang di dalam sini pun sudah mulai gerowong-gerowong ya. Untuk penanganan darurat mungkin alat berat sama bronjong. Pengiriman alat berat mungkin dalam dua minggu ke depan atau dalam minggu ini sudah bisa turun," kata Vicky Aryanti, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWSO.
Lebih lanjut, pengerahan alat berat untuk membersihkan material longsoran dan mengangkat tumpukan sampah. Serta, bronjong akan dipasang sebagai penguat talud untuk mencegah longsor susulan.
Ke depan, BBWSSO masih menunggu araran terkait penggunaan anggaran untuk proses penataan talud sungai Buntung yang ambrol.
"Konsepnya (penataan talud) ada, tapi kita belum dapat prioritas menggunakan dana apa dan arahan lebih-lanjutnya masih diperjuangkan Pak Kepala Balai. Jadi kita tunggu," ucapnya.
Selain melibatkan DPUPKP, penataan sempadan sungai Buntung turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta.
"Dari DLH bisa menyarankan tumbuhan yang bisa membantu mengawetkan tebing. Pun, memanggil mata air dan sebagainya. Buktinya aman-aman aja tuh seberang sana itu, ada banyak pohon beringin, pohon bambu," pungkas Vicky. (scp/buz)



