CIANJUR, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang rutin dilakukan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mampu menjaga kualitas pelaksanaannya.
Tenaga Ahli Pimpinan Bidang Investigasi BGN Herman Susilo mengatakan kegiatan sidak ini sudah dimulai sejak Februari 2025.
"Pelaksanaan sidak ini sebenarnya oleh BGN sejak operasional pertama, di bulan Januari, kemudian kita melakukan sidak di aktivitas maksimal sebulan setelahnya, itu Februari 2025. Itu sudah berlangsung secara rutin di seluruh wilayah Indonesia," kata Herman di SPPG Palasari Cipanas, Senin (18/1/2026).
Baca juga: Sidak 4 SPPG MBG Cianjur Dini Hari, BGN Cek Lantai, Dinding, hingga Gudang Makanan
Herman mengatakan, kegiatan sidak dilakukan untuk mengajak setiap dapur SPPG untuk menyajikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar yang ditentukan.
Dia mengatakan, beberapa hal yang diperiksa saat sidak di antaranya infrastruktur dapur, manajemen pengelolaan dapur, sumber daya manusia (SDM), sanitasi dan higienitas serta mutu gizi.
"Mutu gizi. Ini kompetensi inti kita. Memastikan bahwa setiap porsi yang disajikan itu memenuhi standar gizi, yang sudah ditentukan sesuai dengan juknis," ujarnya.
Baca juga: Sidak 4 SPPG MBG Cianjur Dini Hari, BGN Cek Lantai, Dinding, hingga Gudang Makanan
Lebih lanjut, Herman mengatakan dapur SPPG biasanya diminta untuk memperbaiki infrastruktur hingga tata pengelolaan selama dua pekan.
"Jika dalam dua pekan kemudian tidak dilaksanakan, maka tutup operasional sementara. Itu memang sudah standar kami," ucap dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang