Grid.ID - Polemik rumah tangga antara Wardatina Mawa, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli masih menjadi perbincangan publik hingga saat ini. Isu dugaan pernikahan siri dan perzinaan yang menimpa Insanul dengan artis Inara Rusli membuat konflik ini terus menarik perhatian.
Insanul Fahmi disebut terus berupaya untuk berdamai dengan Mawa demi mempertahankan rumah tangganya. Baru-baru ini terungkap bahwa Mawa memberikan dua persyaratan sebelum bersedia berdamai.
Persyaratan tersebut kemudian diterima dan disanggupi oleh Insanul Fahmi. Hal ini disampaikan langsung oleh kuasa hukum saksi, Dedi Dj.
“Ada dua persyaratan yang beliau ajukan. Yang pertama adalah bang Insanul harus bisa membuktikan dokumen terkait pernikahan sirinya. Dan yang kedua adalah bang Insanul meminta maaf kepada keluarga besar Mawa,“ ungkap Dedi Dj, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Senin (19/1/2026).
Dedi Dj menegaskan bahwa Insanul siap memenuhi semua persyaratan tersebut.
“Bang Insanul siap untuk menyanggupinya demi mempertahankan kerukunan dan keutuhan rumah tangganya dengan mbak Mawa," ujarnya.
Dokumen-dokumen pernikahan siri Insanul dijadwalkan akan diperlihatkan segera. “Nanti dokumen-dokumen pernikahan terkait pernikahan sirinya itu akan diperlihatkan oleh bang Insanul, Rabu besok," tambah Dedi.
Selain itu, Dedi berharap proses perdamaian dapat berjalan dengan baik. “Mudah-mudahan terjadi perdamaian, terjadi permohonan restorative justice yang diajukan oleh bang Insanul dan mbak Inara," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa restorative justice bisa diterapkan di berbagai tingkatan proses hukum.
“Tidak menutup kemungkinan di dalam restorative justice itu bisa dilakukan, baik di tingkat penyelidikan, kemudian di tingkat penyidikan ataupun di tingkat penuntutan, itu bisa terjadi perdamaian atau restorative justice," jelasnya.
Dedi Dj menekankan bahwa tujuan utama adalah yang terbaik bagi kedua belah pihak. “Harapan kita adalah yang terbaik buat bang Insanul maupun mbak Mawa. Bang Insanul dia akan semaksimal mungkin berusaha mempertahankan rumah tangganya," tutupnya.
Dengan pemenuhan persyaratan dan proses restorative justice, peluang berdamai antara Insanul dan Mawa semakin terbuka. Publik pun menunggu langkah selanjutnya dalam penyelesaian konflik ini.
Proses ini diharapkan dapat menjadi titik balik untuk memperbaiki hubungan rumah tangga dan memulihkan kerukunan keluarga. Beberapa pihak berharap agar kasus ini berakhir dengan damai tanpa harus berlarut-larut di jalur hukum. (*)
Artikel Asli




