Makassar, ERANASIONAL.COM – Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil meraih juara dalam EcoBoss Greenpreneurship Pitch Challenge 2025 melalui inovasi bertajuk Aerotrak, sebuah perangkat portabel pendeteksi polusi udara berbasis keberlanjutan lingkungan.
Tim Aerotrak terdiri atas Muhammad Al Mabrur G, Muhammad Farid Hidayat, Panji Bagus Satria, dan Erland Gavril Rande.
Keempat mahasiswa tersebut berkolaborasi mengembangkan inovasi yang berangkat dari kepedulian terhadap tingginya risiko kesehatan akibat polusi udara, khususnya paparan partikel halus PM2.5.
Kompetisi ini merupakan bagian dari program EcoBoss Greenpreneurship, kolaborasi antara Pemerintah Australia – Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Academy of Entrepreneurs Australia, serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Program ini bertujuan mengembangkan jiwa kewirausahaan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki dampak positif bagi lingkungan.
Seleksi kompetisi dimulai dari tingkat internal kampus. Tim Aerotrak berhasil meraih peringkat pertama dan terpilih sebagai perwakilan Universitas Hasanuddin.
Selanjutnya, tim ini lolos seleksi nasional dan masuk enam besar finalis terbaik untuk melaju ke tahap akhir pitch competition. Pada babak final, Aerotrak sukses meyakinkan dewan juri hingga akhirnya dinobatkan sebagai juara.
Muhammad Al Mabrur sebagai salah satu anggota tim mengatakan, ide Aerotrak muncul dari keprihatinan tim terhadap polusi udara yang sering kali tidak disadari keberadaannya, sulit dideteksi secara langsung, serta dampaknya tidak dirasakan dalam waktu singkat.
“Padahal, paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, Aerotrak dirancang untuk membantu masyarakat memantau kualitas udara di sekitar mereka secara real-time dan mengambil langkah pencegahan sejak dini,” ujarnya pada Senin 19 Januari 2026.
Melalui kemenangan tersebut, tim Aerotrak berhasil meraih hadiah sebesar 16.000 AUD atau setara sekitar Rp170 juta.
Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk melanjutkan pengembangan Aerotrak ke tahap berikutnya, termasuk penyempurnaan teknologi dan kesiapan produksi.
Aerotrak merupakan perangkat berbentuk tag kecil yang praktis dan mudah digunakan. Perangkat ini dapat dijadikan gantungan kunci atau dikenakan pada tas maupun kendaraan, sehingga cocok bagi individu yang sering beraktivitas di luar ruangan, seperti pengemudi ojek online, pekerja lapangan, serta pelajar.
“Secara sistem, Aerotrak dikendalikan oleh mikrokontroler yang terintegrasi dengan sensor kualitas udara serta berbagai komponen pendukung lainnya,” tambahnya.
Selain berfokus pada kesehatan, Aerotrak juga mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan. Casing perangkat ini dibuat dari sampah plastik daur ulang, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantau polusi udara, tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan limbah plastik.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof Muhammad Ruslin, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian mahasiswa tersebut.
“Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas dan daya saing mahasiswa Universitas Hasanuddin, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi yang dihasilkan mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat dan selaras dengan komitmen pelestarian lingkungan,” kata Prof. Ruslin.
Pasca kompetisi, tim Aerotrak mendapatkan berbagai tindak lanjut, baik dari pihak kampus maupun penyelenggara.
Tim didorong untuk melanjutkan pengembangan inovasi melalui program studi independen Greenpreneurship dan direncanakan mengikuti expo pada semester mendatang.
Selain itu, tim juga memperoleh diploma selama satu tahun serta pendampingan intensif dari Academy of Entrepreneurs untuk memperkuat pengembangan model bisnis, produk, dan strategi keberlanjutan.
Saat ini, tim Aerotrak tengah melakukan penyempurnaan produk dari sisi teknis, desain, hingga kesiapan produksi, dengan harapan Aerotrak dapat segera dikomersilkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam menghadapi ancaman polusi udara. []




