Jadi Pelatih dari Akar Rumput, John Herdman Gunakan Pendekatan Ini untuk Bangun Timnas Indonesia

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - John Herdman menjadi salah satu pelatih yang justru tidak mengawali karirnya sebagai pemain legenda. Sang pelatih bahkan memilih untuk langsung menjadi pelatih di usia terbilang muda. 

Bagi John Herdman, pelatih yang bukan berasal dari pemain profesional tentu memiliki mental berbeda dibandingkan seseorang yang menjadi pelatih setelah gantung sepatu. 

Mimpi sebagai pemain sepak bola yang gagal dia dapatkan justru menjadi motivasi untuk mendalami sepak bola. Bahkan John Herdman mengaku beruntung dengan jalan yang dia lalui sejak muda ini. 

"Ketika Anda belum cukup mahir untuk bermain di level tersebut, maka Anda ingin melanjutkan minat Anda dalam olahraga tersebut," katanya.

"Anda tahu, saya beruntung karena saya menikmati berinteraksi dengan orang lain. Saya senang bekerja dengan orang-orang. Saya senang melihat orang-orang tumbuh, berkembang sebagai guru, sebagai pendidik, sebagai dosen. Saya selalu menikmati proses mengajar dan belajar," katanya. 

Dunia kepelatihan itu yang justru membuatnya merasakan dari nol dengan melatih di level akar rumput hingga akhirnya mengantarkan sebuah negara ke Piala Dunia. 

"Jadi, saya bisa beralih ke dunia kepelatihan sepak bola secara alami . Bekerja di tingkat akar rumput , bekerja di tingkat akademi profesional, dan kemudian berkembang ke sepak bola wanita, sepak bola Olimpiade, sepak bola Piala Dunia, sepak bola klub. sekarang saya berada di Indonesia," katanya. 

Di sisi lain, dia menggunakan pendekatan sebagai guru dalam melatih sebuah tim. Bahkan filosofi itu sudah diterapkan sejak awal dia melatih hingga akhirnya akan ia terapkan di Timnas Indonesia. 

"Jadi pada intinya, saya pikir sebagian besar pelatih adalah guru. Mereka ingin mengajar dan membantu orang menjadi lebih baik dan berkembang. Jadi, Anda tahu, itu adalah inti dari filosofi saya sebagai seorang pelatih," katanya. (hfp)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mensesneg: e-Voting Wajib Dikaji, Pemilu Harus Didesain Lebih Baik
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Dahsyatnya Kekuatan Tafakur
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK Periksa Petinggi NU Aizuddin Ihwal Aliran Dana Kuota Haji
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
60 Negara Diundang Trump Ikut BoP, Indikasi Saingi PBB Menguat
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Matt Damon Nilai Dampak Cancel Culture Lebih Menakutkan dari Penjara
• 9 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.