Diperiksa Kejagung di Kasus Petral, Sudirman Said Jelaskan 2 Hal Ini

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memeriksa mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said terkait kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah dan produk jadi kilang minyak oleh Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Pemeriksaan itu berlangsung selama 7 tujuh jam.

Pantauan detikcom di lokasi, Senin (19/1/2026) pukul 16.18 WIB terlihat Sudirman Said keluar dari pintu Jampidsus, Kejagung. Tampak ia mengenakan baju batik berwarna cokelat.

Diketahui Sudirman Said datang sejak pukul 09.00 WIB. Sudirman diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Baca juga: Sudirman Said Kembali Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Korupsi Petral

Sudirman Said menjelaskan terkait pemeriksaan di Kejagung. Dia memberi keterangan mengenai dua hal, yakni tugas sebagai Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) di Pertamina pada tahun 2008-2009 dan Menteri ESDM pada tahun 2014-2016.

"Jadi saya diundang oleh Kejaksaan, ini kehadiran yang kedua kali, untuk memberi keterangan mengenai apa-apa yang saya lakukan, saya alami, dan saya lihat untuk dua tugas yang saya pernah jalankan," ujar Sudirman kepada wartawan di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (19/1).

"Yang pertama tugas sebagai Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) di Pertamina pada tahun 2008 sampai 2009. Yang kedua tugas sebagai Menteri ESDM pada tahun 2014 hingga 2016. Tentu saja detail pemeriksaan tidak bisa saya jelaskan," tambahnya.

Sudirman menjelaskan dua kali dirinya mendapat tugas untuk membenahi sektor energi dalam jabatannya. Yaitu membenahi masalah dengan mafia migas.

"Tapi secara umum saya menjelaskan begini. Dua kali saya mendapat tugas dari negara untuk beres-beres supply chain, beres-beres sektor energi, ya. Yang publik mengenalnya sebagai membenahi masalah-masalah dengan mafia migas, kira-kira begitu ya," tuturnya.

Namun, lanjut Sudirman, ia membeberkan adanya hambatan yang dialami saat membenahi hal tersebut.

"Tapi dua kali pula saya mengalami hambatan. Karena pada waktu ISC, unitnya sedang berjalan, kemudian terjadi pergantian Direksi Pertamina, dan unit itu dilumpuhkan. Akibat unit itu dilumpuhkan, maka terjadilah praktik-praktik yang seperti yang kalian saksikan sekarang ini," tuturnya.

Baca juga: Jampidsus Sebut Kasus Dugaan Korupsi Petral Ada Keterkaitan dengan Riza Chalid




(dvp/lir)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lolos dari Cengkeraman Ganas T-Rex, Ini Cara Dinosaurus Herbivora Bertahan Hidup
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Noel Ebenezer Tak Akan Minta Abolisi ke Prabowo, Ini Alasannya
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Hasil Liga Spanyol: Tren 11 Kemenangan Barcelona Terhenti di Kandang Real Sociedad
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Sumur SLW-C4X Beroperasi, Produksi Minyak Pertamina EP Papua Field Tembus 2.020 Bph
• 35 menit lalubisnis.com
thumb
Jadi Tentara Bayaran, Bripda Rio ternyat Sudah Dipecat dari Kepolisian
• 21 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.