JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut curah hujan yang terjadi pada Sabtu (17/1/2026) hingga Minggu (18/1/2026) merupakan yang tertinggi selama dirinya menjabat.
Kondisi tersebut menyebabkan Jakarta sempat dilanda banjir meski operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilakukan.
“Terutama hari Sabtu dan Minggu di mana curah hujannya itu belum pernah terjadi. Ada bahkan yang sampai dengan (curah hujan) 280 mm dan itu tertinggi yang pernah saya ketahui selama saya menjabat sebagai Gubernur Jakarta,” ucap Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
Baca juga: BMKG: Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Sedang Mulai Siang Hari
Hujan dengan intensitas ekstrem terjadi pada Sabtu dan Minggu.
Konsentrasi hujan paling besar berada di Jakarta Utara. Dari delapan titik pengukuran curah hujan, rata-rata tercatat mencapai 260 milimeter, bahkan ada yang menyentuh angka 280 milimeter.
Menurut Pramono, Pemprov DKI telah melaksanakan OMC sejak 15 hingga 22 Januari 2026.
Pada Minggu kemarin, OMC dilakukan hingga tiga kali penerbangan karena kondisi langit Jakarta sudah sangat pekat sejak sore hari.
“Saya perintahkan langsung karena sejak jam dua atau tiga sore langit sudah gelap sekali. Alhamdulillah, setelah modifikasi cuaca dilakukan, cuaca menjadi terang dan tidak ada hujan,” ujar dia.
Hujan ekstrem tersebut sempat menyebabkan banjir di 33 RW di Jakarta. Namun, Pramono memastikan seluruh wilayah terdampak telah tertangani hingga Senin pagi.
“Per tadi pagi sudah tidak ada lagi wilayah yang terdampak,” ucap dia.
Baca juga: Penumpang KRL Pingsan di Stasiun Matraman, Diduga Kelelahan karena Kereta Gangguan
Jika hujan dengan intensitas serupa kembali terjadi, banjir dipastikan akan bertahan lebih lama di Jakarta.
Terlebih, banjir juga melanda hampir seluruh wilayah pesisir utara Pulau Jawa secara bersamaan.
“Hampir sepanjang pantai utara Jawa itu banjir. Tapi alhamdulillah, Jakarta sejak pagi tadi semuanya sudah tertangani,” kata Pramono.
Terkait anggaran, Pramono memastikan Pemprov DKI telah menyiapkan dana OMC untuk satu bulan penuh melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) yang telah dialokasikan dalam APBD.
“Sekarang anggarannya tidak seperti dulu yang hanya cukup tiga sampai lima kali modifikasi cuaca. Ini disiapkan untuk sebulan penuh,” kata dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




