Penulis: Harry Rahmadani
TVRINews, Subang
Tebing makam setinggi sekitar 5 meter di Dusun Cijengkol, Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, longsor akibat banjir setelah hujan deras beberapa hari terakhir. Akibat kejadian ini, empat makam terpaksa direlokasi ke lokasi lebih aman.
Tebing sepanjang sekitar 50 meter amblas, menutup sebagian aliran Kali Cijengkol dan merusak belasan makam. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan terbawa derasnya arus banjir.
Kepala Desa Pringkasap, Siti Hotimah, menjelaskan longsor terjadi karena kombinasi hujan deras, derasnya arus banjir, dan belum adanya tembok penahan tanah di lokasi tebing makam.
“Longsor tanggul Tambak Dami dan tebing makam ini terjadi beberapa hari terakhir saat hujan deras terus mengguyur Desa Pringkasap. Kondisinya diperparah oleh derasnya banjir dan belum terbangunnya tembok penahan tanah,” kata Siti Hotimah, Senin, 19 Januari 2026.
Sebagai langkah penanganan awal, pemerintah desa bersama warga memasang bronjong kawat di bibir tebing makam secara swadaya. Warga juga menanam ratusan pohon di bantaran Kali Cijengkol untuk mencegah longsor susulan.
“Untuk menangani longsor, kami menerjunkan belasan warga dan perangkat desa, dibantu aparat keamanan. Kami juga menanam ratusan pohon di bantaran Kali Cijengkol serta membangun tembok penahan tanah dari hasil swadaya masyarakat,” tambah Siti.
Meski demikian, Siti mengakui bronjong kawat belum maksimal karena area longsor terus melebar dan membutuhkan biaya besar untuk penanganan permanen. Warga berharap pemerintah daerah maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Barat dapat turun tangan memperbaiki tebing makam agar aliran air lancar dan kerusakan dapat dihentikan.
Editor: Redaksi TVRINews





