Berhubungan seks pada masa kehamilan termasuk aktivitas yang banyak ditanyakan, terutama ketika ibu hamil mulai merasakan kontraksi atau mendekati persalinan.
The Bump melansir, bagi sebagian orang, seks dapat menyebabkan kontraksi ringan setelah orgasme karena tubuh melepaskan hormon oksitosin, dan semen (air mani) mengandung prostaglandin yang secara teori bisa membantu melembutkan serviks — bagian serviks yang menjadi terbuka menjelang persalinan. Namun, bukti ilmiah menunjukkan bahwa aktivitas seks tidak terbukti secara konsisten memicu kontraksi persalinan yang kuat atau aktif pada kehamilan yang sehat.
Seks, Orgasme, dan Kontraksi RahimMoms, saat orgasme, tubuh Anda melepaskan hormon yang bisa membuat rahim berkontraksi. Kontraksi ini kadang terasa seperti kontraksi ringan dan biasanya tidak berbahaya jika kehamilan Anda normal dan tanpa komplikasi medis, mirip dengan kontraksi palsu.
Dalam penelitian, aktivitas seksual di minggu terakhir kehamilan kadang dikaitkan dengan permulaan proses persalinan, tetapi hasilnya tidak konsisten, sehingga belum bisa dijadikan rekomendasi pasti.
Apa Perbedaannya dengan Kontraksi Persalinan Sebenarnya?
Kontraksi yang Anda rasakan saat atau setelah seks biasanya lebih ringan dan tidak beraturan. Kontraksi persalinan yang sesungguhnya cenderung semakin teratur, semakin lama, dan semakin intens seiring waktu.
Menurut dokter obgyn dari California, AS, dr. Kendara Seguara, berhubungan seks tidak akan memicu persalinan alami jika tubuh Anda belum siap. Menurutnya, persalinan terjadi ketika hormon dan fisiologis tubuh sudah matang untuk melahirkan.
Kapan Seks pada Masa Kontraksi Tidak DianjurkanMeskipun seks umumnya aman di kehamilan yang sehat, Anda tidak dianjurkan melakukan hubungan seksual bila:
Telah pecah ketuban atau kehilangan cairan ketuban.
Ada tanda infeksi atau perdarahan.
Anda memiliki kondisi risiko tinggi (seperti plasenta previa, serviks lemah).
Setelah ketuban pecah, risiko infeksi meningkat bila ada penetrasi atau bakteri masuk melalui vagina, sehingga seks biasanya dilarang sampai persalinan selesai.
Moms, perlu diingat bahwa setiap kehamilan unik. Karena itu, walaupun seks saat kontraksi ringan bisa terjadi pada sebagian ibu hamil, selalu konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan tentang kondisi spesifik Anda sebelum melanjutkan aktivitas seks menjelang atau saat kontraksi, ya!





