JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeklaim jumlah rukun warga (RW) kumuh di wilayah Jakarta menurun.
Meski demikian, ia enggan membeberkan angka pastinya dan memilih menunggu pengumuman resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta.
“Signifikan, nanti biar badan pusat statistik yang (umumkan). Dulu kalau enggak salah 450-an, lebih. Sekarang menjadi berapa, nanti biar enggak etis kalau saya umumin,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
Baca juga: BPS: DKI Jakarta Jadi Provinsi Pertama yang Identifikasi RW Kumuh
Sementara itu, berdasarkan data yang dikutip dari laman Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, hasil pendataan Satu Data oleh BPS DKI Jakarta menunjukkan adanya penurunan jumlah RW kumuh di wilayah Jakarta Pusat pada 2025.
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mengatakan, berdasarkan survei pendataan RW Kumuh Tahun 2025 oleh BPS DKI Jakarta, terdapat 7 kecamatan dan 24 kelurahan yang masih memiliki RW dengan kategori kumuh.
Menurut Arifin, penurunan jumlah RW kumuh merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak dan perlu terus ditindaklanjuti agar ke depan Jakarta Pusat bisa terbebas dari status RW kumuh.
Ia pun meminta organisasi perangkat daerah (OPD) dan para lurah untuk memfokuskan program kerja pada 49 RW tersebut. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain ketersediaan tangki septik di setiap rumah serta kondisi rumah tidak layak huni.
“Saya minta Sudin SDA, Lingkungan Hidup, dan Sudin Kesehatan dapat masuk ke-49 RW kumuh tersebut, jadi kita sama-sama berharap nanti ketika ada sensus kembali, angkanya dapat turun,” ujar dia.
Baca juga: Pramono Kebut Pembangunan MCK Komunal di 55 RW Kumuh Jakarta
Sebagai perbandingan, berdasarkan data tahun 2024 yang tertuang dalam Pergub Nomor 33 Tahun 2024, jumlah RW kumuh di Jakarta tercatat sebanyak 98 RW.
Rinciannya terdiri dari 1 RW kumuh berat, 23 kumuh sedang, 47 kumuh ringan, dan 27 kumuh sangat ringan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang