PKS Sebut Jakarta Darurat Narkoba, Tuntut Raperda P4GN Berdampak Nyata

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Muhammad Hasan Abdillah, memberikan peringatan keras terkait kondisi peredaran gelap narkotika di Jakarta yang telah mencapai tahap mengkhawatirkan. 

Ia mendesak agar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) yang tengah dibahas tidak hanya menjadi dokumen administratif tanpa taring.

“Jakarta sudah dalam kondisi darurat narkoba. Bahkan, beberapa wilayah sudah identik dengan kampung narkoba yang jelas mencoreng wajah ibu kota,” tegas Hasan saat membacakan Pemandangan Umum (PU) Fraksi dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Senin (19/1).

Baca juga : Raperda P4GN Jakarta: Integrasi Pencegahan dan Rehabilitasi Narkotika di Ibu Kota

Hasan memaparkan fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan. Mengutip data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, terdapat 137 titik daerah rawan narkoba di wilayah Ibu Kota.

Kondisi ini diperparah dengan tingginya paparan narkotika di kalangan pelajar. "Lebih memprihatinkan, sepanjang 2025 tercatat 156 siswa sekolah menjadi korban paparan narkotika," ungkapnya.

Melihat urgensi tersebut, Fraksi PKS memandang Raperda P4GN sebagai harapan baru untuk memperkuat upaya pengendalian dan pencegahan. Namun, Hasan memberikan catatan kritis agar regulasi ini memiliki implementasi yang nyata di lapangan. "Kami tidak ingin Perda ini nantinya hanya menjadi macan kertas,” ujarnya.

Baca juga : Perketat Raperda Narkotika, DPRD DKI Ancam Cabut Izin Hiburan Malam Secara Permanen

Efektivitas APBD
Lebih lanjut, Fraksi PKS menekankan perlunya integrasi yang kuat antara Raperda P4GN dengan Rencana Aksi Daerah. Hasan menuntut agar setiap kebijakan yang tertuang dalam regulasi tersebut diterjemahkan ke dalam program konkret yang memiliki dampak langsung terhadap penurunan angka pengguna.

“Setiap rupiah yang keluar dari APBD harus berbanding lurus dengan penurunan angka prevalensi narkoba, khususnya di 137 titik rawan narkoba di Jakarta,” kata Hasan.

Sebagai langkah evaluasi, PKS juga mendesak adanya penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang jelas dan terukur bagi setiap perangkat daerah terkait. Indikator ini dinilai krusial sebagai dasar penilaian kinerja program P4GN di seluruh tingkatan pemerintahan daerah agar target yang dicanangkan dapat tercapai secara objektif. (Far/P-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pabrik Fraksionasi Plasma Darah Pertama di RI Siap Beroperasi 2026
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Partai Gerakan Rakyat dan Anies Baswedan: Ujian Konversi Figur ke Institusi Politik
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Sindikat Love Scamming Internasional di Tangerang Bidik Korban WN Korea Selatan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Terpopuler: Bocoran Jadwal Pernikahan El Rumi hingga Ello soal Broken Strings
• 15 jam laluinsertlive.com
thumb
Sinyal Ekonomi Indonesia Berubah Beragam di 2026, Para Trader USD/IDR Bersiap Menghadapi Volatilitas
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.