FAJAR, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman kembali melakukan pengisian jabatan. Kali ini, ia melantik tujuh pejabat eselon II.
Sekitar pukul 17.50 wita, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman tiba di lokasi pelantikan, Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar pada Senin, 19 Januari 2026.
Andi Sudirman datang bersama Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi. Juga hadir Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Erwin Sodding dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel Reza Faisal Saleh.
Kedatangannya disambut Sekretaris Provinsi Sulsel Jufri Rahman.
Ketujuh pejabat yang dilantik adalah Taufik sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Yarham sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Andi Munawir sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Irawan Dermayasamin sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Syamsul sebagai Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Suhartono Nurdin sebagai Kepala Biro Umum, dan Jayady sebagai Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana.
“Ini full talent kali pertama Se-Indonesia kalau tidak salah. Tidak lelang, langsung manajemen talenta, langsung punya kelas-kelas,” ujar Andi Sudirman usai pelantikan.
Andi Sudirman menyebut bahwa pada prinsipnya jabatan Kepala Biro menjadi supporting tugas pemerintahan di Kesekretariatan Daerah.
Ia berharap para pejabat yang dilantik bisa menjalankan layanan pemerintahan, mensupport tugas gubernur dan melihat program prioritas asta cita dan Pemprov Sulsel.
“Kita harap bisa kerja cepat karena masih muda semua,” sebutnya.
Pengisian jabatan ini menggunakan skema manajemen talenta. Pemprov Sulsel tidak lagi menggunakan pendekatan personal atau faktor nonobjektif lainnya. Sehingga seluruh pejabat melalui penilaian berbasis kompetensi dan kinerja.
“Kita tidak lagi melihat siapa orangnya atau kedekatannya. Kita harus betul-betul objektif, melihat profil kompetensi, kualifikasi, penilaian kinerja, hingga penghargaan yang pernah diterima. Semua itu ada bobot-bobotnya,” jelas Kepala BKD Sulsel Erwin Sodding. (uca)


