Purbaya meyakini nilai tukar rupiah segera bangkit di tengah anomali yang terjadi di pasar keuangan domestik.
IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini nilai tukar rupiah segera bangkit di tengah anomali yang terjadi di pasar keuangan domestik.
Di mana rupiah anjlok mendekati Rp17.000 per USD saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi atau All-Time High (ATH) baru ke level 9.133 pada penutupan perdagangan Senin (19/1/2026).
"Ya rupiah tergantung pada fundamental ekonominya. Anda lihat kan? IHSG berapa sekarang? IHSG all-time high, kan? Oh, 9.133,” kata Purbaya, Senin (19/1/2026).
Purbaya menilai, penguatan tajam indeks saham merupakan indikator masuknya modal asing (capital inflow) yang masif ke Indonesia.
"Begini, kalau indeks naik ke situ pasti ada flow asing masuk ke situ juga, kan? Nggak mungkin termasuk sendiri yang bisa mendorong itu ke level yang seperti itu. Jadi tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat juga, karena suplai dolar akan bertambah," ujar Purbaya.
Purbaya tidak menampik adanya unsur spekulasi di pasar valuta asing yang membebani rupiah saat ini. Salah satu pemicunya adalah kekhawatiran pasar terhadap isu independensi Bank Indonesia menyusul rencana kepindahan Thomas Djiwandono ke bank sentral.
Namun, dia optimistis pasar akan segera menyadari bahwa kekhawatiran tersebut tidak berdasar.
"Jadi ini mungkin sebagian spekulasi. Ketika Thomas akan ke sana (jabatan Deputi Gubernur BI), wah, orang spekulasi dia independensinya hilang. Saya pikir nggak akan begitu. Nanti kalau begitu insaf juga langsung menguat lagi rupiah," tuturnya.
Lebih lanjut, Purbaya menyebut fundamental ekonomi Indonesia tetap solid untuk menopang nilai tukar dalam jangka panjang. Apalagi pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi guna mengakselerasi pertumbuhan nasional.
"Karena fondasi ekonominya kita akan jaga supaya semakin membaik ke depan. Pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat," katanya.
(DESI ANGRIANI)





