Suasana duka menyelimuti kediaman Capt Andy Dahananto (52 tahun) di Perum PWS Blok AI 36, RT 06/03, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (19/1).
Ada karangan bunga dan tenda terpasang di kediaman pilot pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di perbatasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, itu.
Ketua RT 07, Fransiskus, mengatakan dirinya mendapat informasi bahwa salah satu warganya menjadi korban dalam peristiwa jatuhnya pesawat ATR tersebut pada Jumat (16/1) sore.
“Saya dapat informasi dari warga kalau Pak Andy menjadi korban pesawat yang hilang kontak. Waktu itu saya sempat konfirmasi ke keluarga, namun pihak keluarga juga masih mencari informasinya. Sampai akhirnya dibenarkan kalau Pak Andy ini menjadi korban pesawat yang hilang kontak dan jatuh di Maros,” katanya.
Keluarga Berangkat ke MakassarSementara itu, berdasarkan informasi yang diterima, keluarga Capt Andy, terutama istri dan anak pertamanya, telah berangkat menuju Makassar.
“Untuk kondisi keluarga, saya lihat mereka tegar dan sejauh ini terus kami pantau. Informasi terkini, istri dan anak pertama Pak Andy tadi pagi berangkat ke Makassar. Sepertinya dihubungi oleh pihak maskapai,” ungkapnya.





