Menkes Ungkap Hanya 70 Persen Dokter Gigi di Indonesia yang Praktik

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com -Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa dari seluruh dokter gigi di Indonesia, hanya 70 persen di antaranya yang berpraktik, sedangkan 30 persen lainnya hanya memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) tanpa Surat Izin Praktik (SIP).

Budi menyebutkan, ketersediaan tenaga kesehatan ini menjadi salah satu penyebab penyakit gigi masih menjadi masalah besar di Indonesia.

"Selain sarana dan prasarana, kita juga masih masalah mengenai Tenaga Kesehatan. Seperti tadi Bapak Ibu lihat, kok masalah gigi kenapa tinggi sekali?" kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

Baca juga: BPJS Kesehatan: 454 Puskesmas Tidak Punya Dokter Umum, 2.735 Tak Punya Dokter Gigi

"Ternyata dari dokter gigi, dokter itu, yang praktik cuma 70 persen. Yang praktik cuma 70 persen, data kita. Jadi punya STR kayak Ibu Putih Sari tapi enggak ada SIP. Karena enggak praktik. Itu 30 persenan rata-rata," imbuh dia.

Menkes menuturkan, fenomena ini membuat banyak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang justru tidak memiliki dokter gigi.

Budi menyampaikan, 4.000 dari 10.000 Puskesmas di Indonesia tidak memiliki dokter spesialis gigi.

"Jadi enggak mungkin anak-anak kita bisa diperiksa giginya dengan baik, ya. Jadi sebenarnya datanya juga kita mesti sangat hati-hati menerjemahkan. Itu sebabnya kenapa masalah kita besar, ya," kata dia.

Baca juga: Menkes: Gemuk Itu Masalah, Sebabkan Hipertensi hingga Diabetes

Demi mengejar ketertinggalan populasi dokter gigi, Kemenkes bakal meningkatkan penciptaan dokter spesialis melalui program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit pendidikan (hospital based).

Meskipun, ia tidak memungkiri, skema yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang (UU) Kesehatan ini masih kerap digugat melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

Budi menuturkan, skema ini pun akan diterapkan di seluruh provinsi baru di Papua.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang direkrut dan diberdayakan pun berasal dari rumah sakit setempat.

Baca juga: Menkes: 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan

Saat ini sudah ada 109 residen yang mengikuti program.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Standar pendidikan rumah sakit ini juga memakai standar Amerika Serikat agar sesuai dengan perkembangan medis di dunia internasional.

"Semua dokter-dokter yang masuk ke hospital based adalah itu dari Nabire, Asmat, Maybrat, Kupang, Ende, Aceh Utara, Pesawaran. Ini adalah rumah sakit-rumah sakit yang tidak ada dokter spesialisnya. Dan dia SIP-nya dikunci 5 tahun. Enggak akan dia bisa praktik di tempat lain ya," kata Budi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Militer AS Melancarkan Serangan Udara di Suriah dan Menewaskan Pemimpin Al-Qaeda
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Wall Street Turun, Saham Bank Tertekan Usai Trump Mau Batasi Bunga Kartu Kredit
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
DPR RI Tegaskan Pilpres Tetap Langsung, Fokus Revisi UU Pemilu 2026 Tanpa Libatkan MPR
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Richard Lee
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Dasco Tegaskan DPR Tak Bahas RUU Pilkada, Fokus Revisi UU Pemilu Sesuai Putusan MK
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.