Liputan6.com, Jakarta - Tanti Suhermayani (55) tahu ia hanya pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Paseban, Jakarta Pusat, yang kesehariannya mencuci ompreng (wadah makan) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia tak tega melihat ada sejumlah siswa yang juga merupakan teman sekolah anaknya, Amel, tidak ikut menikmati makan siang gratis karena kekhawatiran orang tua mereka.
Tanti, yang akrab disapa Mama Amel, pun membujuk orang tua siswa tersebut agar mengizinkan anaknya menyantap MBG. Selain itu, si anak pun meminta tolong secara langsung kepadanya agar berbicara ke orang tuanya. Hal tersebut diungkap Tanti saat mengikuti sesi wawancara “Sinergi Indonesia” Badan Komunikasi Pemerintah RI, dikutip Senin (19/1).
Advertisement
“Waktu saya ke sekolahan tuh, anak-anak saya tuh semua pada makan ya. Terus ada tiga orang anak di luar. Terus saya tanya, ‘kenapa nggak masuk, nggak ikut makan?’ Terus anaknya geleng kepala. Katanya, ‘saya nggak boleh sama mama',” ucap Tanti.
Tanti mengaku peristiwa itu membuat hatinya terenyuh. Salah satu anak bahkan menangis dan memeluknya erat, meminta agar Tanti menyampaikan kepada orang tuanya supaya ia diperbolehkan ikut menyantap MBG bersama teman-temannya.
“Dia bilang, ‘tolong Mama Amel, saya pengin banget makan MBG.’ Terus dia nangis di pelukan saya,” ujar Tanti.



