Jepara: Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNBP) menyarankan warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara yang menjadi korban longsor direlokasi. Kepala Desa Tempur, Mariyono, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti saran tersebut.
"Saran dari Pak Kepala BNPB nanti kita tetap tindaklanjuti. Cuman kami perlu banyak koordinasi baik itu pemerintah daerah untuk mencarikan tempat," ungkap Mariyono, Senin, 19 Januari 2026.
Dirinya menambahkan, perlu koordinasi lebih lanjut terkait agenda relokasi korban tanah longsor. Saat pihaknya menemui beberapa warga terdampak, masih ada sebagian yang belum bersedia untuk pindah.
Baca Juga :
3.500 Warga Desa Tempur Jepara Terisolasi Akibat Longsor"Kemarin sudah menemui beberapa yang terdampak itu belum bersedia karena ada kondisi orang sudah tua nanti dipisahkan dengan anak serta alasan lainnya," ungkap Mariyono.
Beberapa rumah rusak yang diusulkan relokasi, yakni tiga rumah warga yang berada di Dukuh Petung RT 5 RW 2 serta lima rumah warga di Dukuh Kemiren RT 1 RW 1.
Kepala BNPB saat meninjau longsor di Desa Tempur. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.
Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut ada delapan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi tersebut. Dirinya meminta para korban direlokasi serta dibangunkan hunian.
Ia menegaskan bahwa pembangunan rumah di tempat relokasi akan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui BNPB. Pemerintah daerah pun diminta untuk mencarikan lahan.
"Ada delapan rumah yang harus direlokasi. Itu juga pemerintah daerah menyiapkan lahan, nanti pemerintah pusat lewat bnpb membangun rumahnya," ungkap Suharyanto saat meninjau lokasi longsor pada akhir pekan lalu.



