Jakarta: PT Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation meluncurkan gerakan Pegasus (Pensiun Gak Susah), sebagai respons terhadap pergeseran demografi Indonesia yang diprediksi akan memasuki fase populasi tua dalam satu dekade ke depan.
Head of Marketing & Communication Bank DBS Indonesia, Mona Monika mengungkapkan, perencanaan pensiun harus dimulai sedini mungkin sehingga tidak bisa dilakukan secara mendadak saat mendekati usia non-produktif.
"Saat ini kita memang sedang berada dalam euforia bonus demografi. Namun, waktu berjalan sangat cepat. Dalam dekade selanjutnya, populasi penduduk berusia di atas 65 tahun di Indonesia diprediksi mencapai 20 persen atau sekitar 63 juta jiwa," ujar Mona, Senin, 19 Januari 2026.
Mona mengatakan, tanpa persiapan yang matang dan infrastruktur yang memadai, lonjakan populasi lansia berisiko menciptakan kerentanan finansial maupun kesehatan. Hal ini juga berdampak pada fenomena sandwich generation, serta generasi muda terbebani secara finansial untuk menanggung hidup generasi di atas dan di bawahnya.
Ilustrasi. Foto: Freepik
Baca Juga :
Masuk 2026, Terapkan 5 Kebiasaan Ini agar Finansial Lebih Stabil"Kita berusaha untuk program-program berikutnya, mengarah kepada persiapan dan pemberdayaan masa tua agar tidak rentan. Kita juga ingin lebih mengajak anak-anak muda sekarang yang masih produktif dan masih banyak waktu untuk melakukan perencanaan pensiun, sehingga nanti diharapkan tidak ada lagi sandwich generation," kata dia.
Sebagai bagian dari gerakan "Pensiun Gak Susah", Bank DBS Indonesia turut memperkenalkan alat bantu digital berupa Retirement Goal Calculator. Berbeda dengan kalkulator finansial pada umumnya, alat ini dirancang untuk memberikan proyeksi yang lebih personal dan realistis.
"Saya merasa kalkulator ini berbeda dengan yang lain karena dia tidak hanya mencatatkan kebutuhan dasar dan kebutuhan emergency, tetapi juga memasukkan biaya lifestyle. Jadi di sini, kita bisa melihat dan merencanakan kehidupan di usia pensiun," kata dia.
Dengan adanya alat ini, nasabah dan masyarakat diharapkan dapat memiliki gambaran nyata mengenai jumlah dana yang dibutuhkan untuk menopang masa tua impian mereka. (Surya Mahmuda)



