Rupiah Kian Terpuruk, Celios Nilai Kebijakan Suku Bunga dan APBN Jadi Biang Kerok

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kendati Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan penguatan, nilai tukar Rupiah kepada mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) justru menunjukkan pelemahan yang drastis.

Terkini, nilai tukar Rupiah juga kembali melemah hingga mencapai angka Rp 16.921 per dolar AS, dan diprediksi akan menguat secara terbatas.

BACA JUGA:Menuju Kursi Deputi Gubernur BI, Istana Kantongi Tiga Nama Calon, Ada Nama Thomas Djiwandono

BACA JUGA:Kondisi Para Perintis UMKM Masih Tertekan, Pengamat Soroti Peran Kebijakan Pemerintah yang Mencekik

Menanggapi pelemahan drastis nilai tukar Rupiah ini, Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda, turut menyoroti peranan dari faktor eksternal dan internal, yang sama-sama berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah tersebut.

Dalam hal ini, dirinya memaparkan bahwa faktor eksternal pertama adalah sikap the Fed dan beberapa bank sentral lainnya, yang menahan suku bunga acuan.

"Arus dolar akan kembali ke AS dan negara maju. Permintaan dolar akan meningkat," jelas Nailul ketika dihubungi oleh Disway, pada Senin (19/01).

"Di tengah ketidakpastian yang tinggi, ada dua instrumen investasi yang cenderung aman, yaitu dolar AS dan emas," tambahnya.

BACA JUGA:Wali Kota Madiun Kena OTT KPK, 9 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta!

BACA JUGA:Terbaik di ESG Global Islamic Banking, BSI Raih Peringkat 1

Lebih lanjut, Nailul juga turut menyoroti kondisi yang ditimbulkan dari ketegangan yang tengah terjadi di global, khususnya konflik antara AS dan Iran, Timur Tengah.

Menurutnya, konflik panas antara kedua negara tersebut sendiri sangat berpengaruh kepada penguatan harga minyak dunia.

Defisit Fiskal Membengkak

Dari segi internal sendiri, Nailul memaparkan bahwa pengumuman kinerja APBN 2025 yang mencatatkan rapor merah juga turut memiliki peranan tersendiri dalam pelemahan nilai tukar Rupiah.

Dalam hal ini, Nailul menjelaskan bahwa defisit fiskal yang membengkak turut memberikan sentimen negatif pada pengelolaan keuangan negara.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tos, Komunikasi Nonverbal yang Santai
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Geopix Soroti Dugaan Satwa Stres di Bandung Zoo, Desak Evaluasi Sebelum Pembukaan Kembali
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Siapa Sebenarnya Daisy Fajarina? Ini Fakta-fakta Mengenai Ibu Manohara yang Kini Sudah Putus Kontak dengan Putrinya
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Mahasiswa vs Pemerintah di MK: Siapa yang Akan Menang dalam Uji Materi KUHP Nasional?
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Wamendagri Ribka Bicara IPDN Penggerak Kebijakan Pemda Berbasis Riset & Inovasi
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.