TABLOIDBINTANG.COM - Seorang pria asal Malaysia menjadi sorotan publik setelah menikahi istri kedua yang diketahui merupakan sahabat dekat dari istri pertamanya. Kisah tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan menarik perhatian warganet.
Dalam keterangannya kepada media Malaysia, istri pertama bernama Shuhadah Jaafar mengaku sempat merasa hancur hati saat mengetahui sang suami, Muhammad Azizi Zakaria, menaruh perasaan kepada sahabatnya dan berniat menikahinya.
Shuhadah menjelaskan, ia mengenal perempuan tersebut, Nor Azura, melalui pesanan busana khusus di butik miliknya. Keduanya juga kerap menghadiri sejumlah acara bersama. Fakta tersebut membuat niat sang suami terasa semakin mengejutkan baginya.
“Perempuan mana yang ingin berada dalam pernikahan poligami?” ujar Shuhadah, menggambarkan perasaannya saat itu, seperti dilansir 8days.sg.
Meski demikian, Shuhadah mengaku tidak langsung mengambil keputusan. Setelah mempertimbangkan secara matang, ia akhirnya memilih menerima keputusan suaminya. Ia meyakini bahwa niat Azizi didasari oleh pertimbangan keluarga dan karier, bukan semata-mata keinginan pribadi.
Ia juga mengaku merasa iba terhadap Nor Azura, yang menurutnya memiliki perjalanan hidup yang cukup berat di masa lalu.
Shuhadah menegaskan bahwa kisah tersebut ia bagikan ke media sosial untuk mencegah munculnya spekulasi dan kesalahpahaman. Ia juga ingin mengingatkan para pria yang berniat berpoligami agar bersikap jujur kepada istri pertama dan tidak menikah secara diam-diam. Menurutnya, ia menerima keinginan sang suami karena Azizi bersikap terbuka dan ingin meresmikan hubungan tersebut secara hukum.
Ke depan, Shuhadah menyatakan niatnya untuk menjaga hubungan baik dengan Azura serta bekerja sama demi memastikan Azizi berlaku adil kepada kedua istri dan anak-anak mereka. Ia juga meminta publik untuk tidak menghakimi atau melabeli Azura sebagai perebut suami orang.
Sementara itu, Muhammad Azizi menyampaikan rasa terima kasih atas pengertian Shuhadah. Ia mengaku terharu karena sang istri pertama datang langsung ke Mahkamah Syariah untuk memberikan dukungan terhadap pernikahan keduanya. Sesuai permintaan Shuhadah, prosesi pernikahan digelar secara sederhana di rumah, bukan di tempat ibadah.
Azizi mengungkapkan bahwa perasaannya kepada Nor Azura muncul tanpa diduga. Meski sempat berusaha menjaga jarak, ia menyadari hatinya telah terikat. Untuk menghindari dampak negatif, ia memilih bersikap jujur kepada Shuhadah dan mengikuti prosedur hukum sebelum menikah lagi.
Ia menegaskan bahwa pernikahan tersebut bukan didorong oleh hawa nafsu, melainkan oleh niat untuk memberikan perlindungan dan bimbingan kepada istri keduanya. Berdasarkan laporan, Azizi dan Azura juga menjalankan usaha bersama, sehingga ia merasa perlu mengambil langkah yang menurutnya benar.
Azizi turut mengimbau para pria yang mempertimbangkan poligami agar mengutamakan kejujuran dan komunikasi terbuka demi menghindari luka bagi istri mereka.
Saat ini, Shuhadah dan Nor Azura disebut masih menjalin hubungan yang baik. Ketiganya dilaporkan hidup bersama secara harmonis, dengan tujuan bersama untuk saling berlaku adil, menjaga pengertian, dan membangun kehidupan rumah tangga yang stabil serta bermakna.




