Transaksi Saham di Kalimantan Naik 48,55%, Investor Terus Bertambah

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Sektor pasar modal di Pulau Kalimantan mencatatkan nilai transaksi saham mencapai Rp19,81 triliun pada November 2025, atau meningkat drastis 48,55% dibandingkan periode September 2025. Kinerja tersebut mencerminkan penguatan aktivitas investasi di wilayah tersebut menjelang akhir tahun lalu.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Parjiman, menyatakan peningkatan tersebut tidak terlepas dari komitmen OJK dalam mendorong pengembangan ekosistem keuangan yang berkelanjutan.

“OJK secara konsisten mendukung pengembangan industri Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) sebagai upaya memperkuat stabilitas sektor keuangan yang resilien, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ujar Parjiman dalam keterangan resmi, Senin (19/1/2026).

Selain transaksi saham, penjualan reksa dana di Kalimantan juga meningkat. Pada November 2025, nilai penjualan reksa dana mencapai Rp1,97 triliun, naik 8,08% dibandingkan September 2025. Kondisi tersebut mengindikasikan tren positif diversifikasi portofolio investasi masyarakat di wilayah Kalimantan.

Jumlah Investor dan IKNB Tumbuh

Dari sisi basis investor, data Single Investor Identification (SID) menunjukkan jumlah investor saham di Kalimantan bertambah menjadi 477.770 akun pada November 2025. Sementara itu, jumlah investor reksa dana mencapai 948.300 akun. Angka tersebut masing-masing meningkat 7,45% dan 7,97% dibandingkan dua bulan sebelumnya.

Baca Juga

  • Saham PANI hingga Prajogo Bawa IHSG Hari Ini (19/1) Tembus ATH Baru 9.133,87
  • BUMN Tekstil Rp100 Triliun di Bawah Danantara dan Kejelasan Penyelamatan Sritex (SRIL)
  • Danantara Detailkan Jadwal Proyek Sampah jadi Listrik, 4 Wilayah Dimulai Maret-Juni 2026

Parjiman, yang akrab disapa Jimmy, mengungkapkan Kalimantan Timur menjadi motor pertumbuhan investor pasar modal di wilayah tersebut. Provinsi ini memimpin kontribusi investor saham dan reksa dana, disusul Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

Di luar pasar modal, kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Kalimantan juga menunjukkan tren positif. Indikator seperti total aset, investasi, penerimaan iuran, pembiayaan, hingga jumlah akun kontrak pembiayaan tercatat meningkat secara berkelanjutan.

Lembaga jasa keuangan berbasis teknologi, khususnya platform peer to peer lending, tercatat semakin agresif melakukan penetrasi pasar. Nilai penyaluran pinjaman serta jumlah penerima pinjaman terus bertambah, mencerminkan percepatan inklusi keuangan digital di Kalimantan.

Sementara itu, industri asuransi di wilayah tersebut dinilai tetap solid. Premi asuransi umum dan jiwa yang terkumpul tercatat jauh melampaui nilai klaim, yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan asuransi masih terjaga.

“OJK terus melakukan pengawasan terhadap sektor pasar modal, terutama terhadap 121 jaringan kantor Perusahaan Efek, 3 jaringan kantor Manajer Investasi, dan 229 jaringan kantor APERD yang ada di Kalimantan,” kata Parjiman.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Korban Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Gunung Bulusaraung Kembali Ditemukan, di Kedalaman 500 Meter
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
11 Drama Korea Kim Seon Ho Terbaik, Terbaru Ada ‘Can This Love be Translated?”
• 14 jam lalutheasianparent.com
thumb
Kebakaran di Tempat Penitipan Kendaraan Bogor Dipicu Korsleting Alarm Motor
• 18 jam laludetik.com
thumb
Chili Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Kebakaran Hutan Menewaskan Setidaknya 19 Orang
• 13 jam laluerabaru.net
thumb
Nadiem Makarim Bantah Pernah Balas Surat dari Google Soal Chromebook
• 8 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.