Penulis: Bonny Pasandra
TVRINews- Palembang, Sumatra Selatan
Pemerintah Kota Palembang mengintegrasikan teknologi PLTS untuk efisiensi biaya dan kemandirian energi rumah ibadah.
Pemerintah Kota Palembang resmi memulai transformasi energi hijau di sektor rumah ibadah dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo.
Langkah ini menandai komitmen serius ibu kota Sumatera Selatan dalam menekan emisi karbon sekaligus mengoptimalkan efisiensi anggaran daerah.
Sistem panel surya yang dipasang di Masjid Agung ini memiliki kapasitas daya sebesar 18,2 kilo volt ampere (KVA).
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Palembang dengan Perumda Tirta Musi melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan manifestasi dari visi jangka panjang kota dalam mempercepat transisi energi.
"Ini merupakan tindakan nyata untuk mengurangi ketergantungan pada sumber listrik konvensional. Kami ingin menjadikan energi terbarukan sebagai pilar utama dalam mendukung ekosistem kota hijau di Palembang," ujar Ratu Dewa saat meresmikan fasilitas tersebut, Senin 19 Januari 2026
Efisiensi Biaya dan Keandalan Energi
Implementasi teknologi surya ini terbukti memberikan dampak ekonomi instan bagi pengelolaan masjid.
Data awal menunjukkan penggunaan PLTS mampu mereduksi tagihan listrik bulanan hingga 17 persen, atau setara dengan penghematan sekitar Rp1,3 juta per bulan. Secara tahunan, efisiensi ini diproyeksikan mencapai angka Rp24 juta.
Selain aspek finansial, PLTS ini berfungsi sebagai sistem daya cadangan (backup) yang andal. Dalam kondisi gangguan jaringan listrik utama, masjid tetap dapat menjalankan fungsinya secara normal selama kurang lebih delapan jam.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Tirta Musi, Azharuddin, menyatakan bahwa dukungan terhadap proyek senilai Rp300 juta ini adalah bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di tingkat lokal.
Ekspansi ke Situs Bersejarah
Keberhasilan di Masjid Agung akan menjadi cetak biru bagi pengembangan energi surya di situs-situs religi lainnya. Pemerintah kota telah memetakan lima masjid tertua di Palembang sebagai prioritas tahap berikutnya untuk pemasangan panel serupa.
Ratu Dewa juga mengungkapkan bahwa ide ini lahir dari dialektika bersama generasi muda dan akademisi, yang kemudian diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan lokal.
"Pemanfaatan energi surya di rumah ibadah tidak hanya tentang efisiensi, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen edukasi publik mengenai pentingnya teknologi ramah lingkungan bagi masa depan," tambahnya.
Melalui terobosan ini, Palembang memposisikan diri sebagai salah satu daerah di Indonesia yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas dengan inovasi teknologi berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews




