Soal Temuan 137 Ton Sampah di Pesisir Muara Baru, Gubernur Pramono: Perilaku Buang Sampah di Sungai Harus Dihilangkan

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengeluarkan instruksi tegas bagi seluruh warga ibu kota untuk segera mengakhiri kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai. 

Teguran ini muncul menyusul temuan mencengangkan berupa 137 ton sampah yang menyumbat kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara.

Menanggapi tumpukan sampah yang sangat masif tersebut, Pramono memastikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah bergerak cepat melakukan normalisasi di lokasi tersebut.

“Kemarin yang di muara baru kan langsung kita tangani, kita bersihkan. Dan ini juga menjadi peringatan bagi seluruh warga Jakarta agar perilaku membuang sampah di sungai itu ya harus dihilangkan di Jakarta,” tegas Pramono saat memberikan keterangan di Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

Proses evakuasi sampah di Muara Baru dilakukan secara maraton oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta sejak Jumat (17/1). 

Berdasarkan data yang dihimpun, volume sampah yang diangkut terus meningkat drastis setiap harinya.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, merinci bahwa pada hari pertama petugas mengamankan 35 ton sampah. 

Jumlah tersebut sempat menurun menjadi 25 ton di hari kedua, namun melonjak tajam pada Minggu (18/1) dengan total 77 ton sampah yang berhasil dievakuasi.

Untuk menangani "gunung" sampah ini, DLH DKI menerjunkan kekuatan penuh. Sebanyak 100 personel kebersihan dikerahkan ke lokasi, didukung oleh alutsista kebersihan yang lengkap, mulai dari 12 unit ponton, belasan truk sampah berbagai ukuran, dua unit ekskavator, hingga perahu karet.

“Penanganan juga didukung berbagai alat bantu seperti APD, serokan sampah, cangkrang, dan kontainer sampah untuk mempercepat proses pengangkutan,” kata Asep.

Selain pengerahan tenaga manusia, DLH juga menerapkan strategi khusus menggunakan penyekat dari material High-Density Polyethylene (HDPE) dan bambu. 

Alat ini berfungsi sebagai pagar pengaman agar sampah tidak terbawa arus lebih jauh ke tengah laut, sehingga lebih mudah dikumpulkan dan diangkut ke darat.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Asep berencana mempermanenkan sistem penyekat tersebut di berbagai titik rawan. 

“Ke depan, kami akan memperkuat sekatan secara lebih permanen di seluruh zona serta menyiapkan armada cadangan, terutama saat terjadi hujan,” pungkasnya. (ant/dpi)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
AS Mau Caplok Greenland, Menlu Belanda: Apa yang Dilakukan Trump adalah Pemerasan
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
MK Tolak Gugatan Bonatua soal Ijazah Capres-Cawapres Wajib Diautentifikasi Faktual
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Jadwal KRL Yogyakarta-Solo Pekan Ini, 19-25 Januari 2026
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Pak SBY Cemas Jika Perang Dunia Ketiga Terjadi: Terus Terang Saya Khawatir...
• 7 jam laludisway.id
thumb
Legenda Futsal Dunia Falcao Sebut Indonesia sebagai Rumah Kedua saat Hadiri X-Series 2 2026
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.