Deli Serdang, VIVA – Kemenangan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia atas Jakarta Pertamina Enduro dalam lanjutan Proliga 2026 bukan sekadar hasil mengejutkan. Di balik skor 3-1, terselip pengakuan jujur dari pelatih juara bertahan yang membuka kondisi sebenarnya timnya di awal musim.
Bertanding di GOR Voli Indoor Sport Center Sumut, Deli Serdang, Minggu 18 Januari 2026 lalu, Phonska Plus tampil solid dan efektif hingga menumbangkan Pertamina Enduro dengan skor 25-17, 23-25, 25-18, dan 25-20.
Sejak set pertama, Phonska Plus langsung mengambil kendali permainan. Variasi serangan yang dibangun Arneta Putri mampu dimaksimalkan Medi Yoku, Shella Bernadheta, serta dua pemain asing Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko. Pertamina Enduro kesulitan meredam tekanan dan tertinggal cukup jauh sebelum set pertama ditutup 25-17.
Jakarta Pertamina Enduro sempat bangkit pada set kedua. Dipimpin Tisya Amallya, permainan mereka lebih rapi dan agresif. Servis ace Megawati Hangestri mengangkat moral tim hingga akhirnya Pertamina Enduro mengunci set kedua dengan skor tipis 25-23 dan menyamakan kedudukan 1-1.
Namun, kebangkitan tersebut tak bertahan lama. Phonska Plus kembali mendominasi set ketiga lewat blok rapat Oleksandra Bytsenko dan spike keras Annie Mitchem. Jarak angka melebar dan Phonska Plus menutup set ketiga dengan skor 25-18.
Set keempat sempat berjalan menegangkan setelah Pertamina Enduro unggul di awal. Akan tetapi, ketenangan Phonska Plus menjadi pembeda. Mereka perlahan mengejar, membalikkan keadaan, dan memastikan kemenangan 25-20 sekaligus mengamankan kemenangan 3-1.
Usai laga, pelatih Jakarta Pertamina Enduro Bullent Karsioglu memberikan pengakuan jujur terkait performa timnya. Ia mengakui kondisi skuadnya belum ideal karena faktor kesehatan pemain.
“Kami tidak tampil dengan kekuatan penuh karena ada beberapa pemain yang bermasalah dengan kesehatan,” ujar Bullent usai pertandingan yang dikutip Proliga.
Meski menelan kekalahan, pelatih asal Turki tersebut menegaskan peluang Pertamina Enduro untuk lolos ke babak empat besar masih terbuka.
“Kita baru menjalani tiga pertandingan. Kita masih memiliki peluang ke empat besar,” katanya.
Sementara itu, pelatih Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia Allesandro Lodi menilai kemenangan timnya tidak terjadi secara kebetulan. Ia menyebut persiapan dan analisis lawan menjadi kunci keberhasilan timnya.



