REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI, – Pemerintah Provinsi Jambi tengah mempersiapkan tenaga medis sementara untuk mendukung operasional RS Adhyaksa Jambi. Langkah ini dilakukan sembari menunggu proses penerimaan tenaga kesehatan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
Gubernur Jambi, Al Haris, menyatakan bahwa pemerintah daerah mendukung keberadaan rumah sakit ini dengan menyiapkan sumber daya manusia yang diperlukan. "Kita melihat langsung persiapan untuk operasional RS Adhyaksa. Tentu idealnya kita perlu mengetahui jumlah dokter, perawat, dan tenaga farmasi yang dibutuhkan," ungkap Al Haris saat meninjau rumah sakit tersebut pada Senin.
Menurutnya, RS Adhyaksa memiliki sarana dan prasarana yang sangat baik, lengkap dengan peralatan medis modern dan bangunan megah. Dermaga apung juga telah dibangun mengingat lokasi rumah sakit yang berada di bantaran Sungai Batanghari.
Dukungan dan Koordinasi
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Sugeng Hariadi, memastikan bahwa operasional RS Adhyaksa menunggu instruksi dari Kejagung. "Karena ini untuk masyarakat Jambi, kami berkoordinasi dengan gubernur mengenai kebutuhan paramedis," jelas Sugeng. Analisis kebutuhan paramedis dan tenaga pendukung lain akan dilakukan oleh kejaksaan bersama pemerintah daerah.
RS Adhyaksa direncanakan melayani masyarakat umum, terutama menengah ke bawah, dengan menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Rumah sakit ini diproyeksikan memiliki status tipe C dan akan menyediakan 12 kamar untuk rehabilitasi narkotika serta pembantaran bagi tahanan kejaksaan yang sakit.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Menjelang operasional, persiapan harus dilakukan sejak awal untuk menghindari keluhan di kemudian hari. Oleh karena itu, kami menjalin kerja sama dengan Pemprov," tutup Sugeng.