jpnn.com, JAKARTA - Indonesia kini menghadapi krisis kesehatan serius dengan menempati peringkat kelima dunia untuk jumlah penderita diabetes.
Data dari International Diabetes Federation (IDF) pada 2024 mencatat ada 20,4 juta penderita diabetes di tanah air, dengan prevalensi mencapai 11,3 persen.
BACA JUGA: Turunkan Berat Badan dengan Rutin Minum 5 Teh Herbal Ini
Angka ini diprediksi akan melonjak hingga 28,6 juta orang pada 2045. Hal itu tentu menjadi ancaman serius di tengah upaya pencegahan penyakit itu sejak dini.
Meningkatnya angka penderita diabetes memicu tingginya permintaan akan produk herbal sebagai alternatif pengobatan yang terjangkau.
BACA JUGA: Sambut Imlek 2026, ANTAM Luncurkan Emas Batangan Year of the Horse
"Sayangnya, kondisi ini justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk mengedarkan produk herbal palsu yang membahayakan kesehatan," kata Direktur PT Hollis Media Bariklana, Akhmad Rois.
Dia mengaku prihatin maraknya produk palsu di tengah krisis diabetes nasional.
BACA JUGA: Redakan Diare dengan Mengonsumsi 4 Jenis Obat Ini
Menurutnya, penderita diabetes menjadi target empuk karena kebutuhan akan pengobatan seumur hidup dan keinginan mencari alternatif biaya rendah.
"Produk palsu bisa mengandung bahan berbahaya atau gula tersembunyi yang justru memperburuk kondisi pasien," jelas Akhmad.
Selain itu, risiko interaksi obat medis yang memicu hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah sangat mungkin terjadi jika pasien mengonsumsi produk ilegal tersebut.
Di tengah ancaman produk ilegal, produk herbal Srevot hadir sebagai solusi yang diformulasikan khusus untuk meringankan keluhan kencing manis.
Produk ini telah mengantongi izin resmi dari BPOM (POM TR.243002941) dan diproduksi oleh PT Putra Harjo Herbal dengan standar ketat.
Setiap kapsul Srevot (500mg) mengandung lima ekstrak herbal pilihan antara lain Mengkudu (150mg) yang mampu meningkatkan efektivitas insulin, Brotowali (100mg) & Sambiloto (100mg) yang membantu menurunkan kadar gula darah.
Daun Kelor (100mg) untuk mengurangi kadar glukosa dalam darah dan urine, serta Kayu Manis (50mg) yang bertindak sebagai anti-inflamasi untuk mencegah komplikasi.
Agar tidak terjebak produk palsu yang berisiko merusak kesehatan secara permanen, PT Hollis Media Bariklana memberikan panduan ciri-ciri produk Srevot Original.
Pertama, Logo PHH terdapat pada tutup botol dan bagian depan kemasan. Segel Hologram berwarna emas dengan tulisan PHH, Logo Timbul Srevot pada kemasan saat diraba.
"Juga barcode BPOM tercantum jelas pada kemasan produk," ungkapnya.
Akhmad Rois mengimbau masyarakat untuk selalu membeli melalui toko resmi di Shopee atau reseller terpercaya, serta melakukan verifikasi nomor BPOM melalui situs resmi.
"Jangan tergiur harga murah yang membahayakan kesehatan. Mengatasi peredaran produk palsu adalah tanggung jawab bersama antara produsen, distributor, regulator, dan konsumen yang kritis," pungkasnya. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Aman di Kulit, Deterjen Sayang Hijab Lavender Tanpa SLS & Paraben
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Mesyia Muhammad



