High Risk, High Return! Derivatif Aset Kripto Jadi Primadona

viva.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perdagangan derivatif aset kripto diyakini kian diminati oleh masyarakat Indonesia. Hal ini tercermin dari produk Pintu Futures milik PT Pintu Kemana Saja yang mencatatkan pertumbuhan Monthly Trading Users (MTU) hampir 500 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal IV 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Head of Product Marketing Pintu Iskandar Mohammad, performa positif tidak hanya ditunjukkan dari kenaikan signifikan MTU, namun secara volume trading, perdagangan derivatif aset kripto di Pintu Futures meningkat dalam periode yang sama yakni kuartal IV 2025 dibandingkan dengan kuartal IV 2024 naik lebih dari 370 persen.

Baca Juga :
Negara Kejar Pajak Aset Kripto Mulai 1 Januari 2026
Saat Harga Bitcoin Terjun Bebas, Trader Aset Kripto Pilih 'Short'

Bahkan, masih dalam periode tersebut, frekuensi perdagangan juga ikut naik lebih dari 300 persen. Kenaikan lainnya juga diperlihatkan dari pengguna aktif yang turut meningkat sebesar 226 persen, serta frekuensi deposit naik lebih dari 450 persen.

Ia menambahkan, perdagangan derivatif aset kripto membuka kesempatan bagi trader untuk mengoptimalkan strategi trading dalam berbagai kondisi pasar.

Trader dapat mengambil posisi long maupun short sesuai dengan analisis dan strategi masing-masing.

Dalam melengkapi perjalanan trading derivatif aset kripto, Pintu Futures sudah dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan yang terus dihadirkan untuk memberikan kemudahan trading.

Fitur-fitur tersebut di antaranya, advanced order type, initial margin buffer, adjustable leverage hingga 25x, price protection, hingga Take Profit dan Stop Loss.

Terakhir, pilihan token di Pintu Futures juga sangat beragam di mana pengguna bisa melakukan trading lebih dari 180 aset kripto.

"Kami optimis, berbagai inisiatif dan produk inovatif yang kami hadirkan, dapat terus menarik minat masyarakat Indonesia terhadap perdagangan derivatif aset kripto menggunakan aplikasi yang terdaftar resmi di Indonesia," kata Iskandar, Selasa, 20 Januari 2026.

Dikutip dari Coinglass, total perdagangan derivatif aset kripto global mencapai US$85,70 triliun atau Rp1.445 triliun di 2025.

Ruang untuk tumbuhnya masih sangat besar, secara nasional, perdagangan derivatif aset kripto, menurut Bursa Kripto CFX, dari September 2024 sampai September 2025 baru mencapai Rp73,8 triliun.

“Masyarakat secara umum pasti sudah mengetahui kalau derivatif aset kripto bersifat high risk, high return. Untuk itu, persiapan yang matang sangat penting sebelum melakukan trading, perketat manajemen risiko, dan terpenting adalah Do Your Own Research (DYOR),” tegas Iskandar.

Baca Juga :
Mengungkap Peta Aset Kripto Indonesia di 2026
Peran Pajak Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Nasional
Trader bisa Auto Tajir, Cukup Daftar dan Layak

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komnas PA Awasi Kasus Guru SD Negeri di Tangsel yang Diduga Lecehkan Murid
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Danantara Disebut sedang Siapkan Patriot Bond Jilid II, Incar Dana Rp 20 Triliun
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
SBY Khawatir Perang Dunia III, Pakar Hukum Internasional Sebut Gara-Gara Trump: Harus Lengser
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Di Tengah Kunjungan Prabowo, Indonesia dan Inggris Teken Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Tanda Kehidupan yang Kamu Bangun Sebenarnya Tidak Membuatmu Bahagia
• 27 menit lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.