Trump Undang Hungaria Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Orban: Kami Terima Undangan Terhormat Ini

pantau.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengundang Hungaria untuk bergabung sebagai anggota pendiri dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza, yang dibentuk untuk mendukung upaya perdamaian di wilayah tersebut.

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban mengonfirmasi kabar tersebut dan menyatakan bahwa negaranya telah menerima undangan resmi dari Trump untuk bergabung dalam inisiatif perdamaian Gaza.

"Bersama Presiden Trump datang perdamaian. Surat lainnya telah tiba. Upaya Hungaria untuk perdamaian diakui," tulis Orban melalui akun media sosial X pada Minggu, 18 Januari.

Orban juga menambahkan bahwa Budapest akan ambil bagian dalam kerja Dewan Perdamaian tersebut.

"Presiden Trump telah mengundang Hungaria untuk bergabung dalam kerja Dewan Perdamaian sebagai anggota pendiri. Tentu saja, kami menerima undangan terhormat ini," ungkapnya.

Rencana Komprehensif Trump untuk Gaza

Gedung Putih dalam pernyataan resminya pada Jumat, 16 Januari, mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian yang akan berperan penting dalam mewujudkan rencana 20 poin dari Donald Trump guna mengakhiri perang antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza.

Dewan ini bertugas memberikan pengawasan strategis dan memastikan pelaksanaan program rekonstruksi serta transisi dari konflik menuju stabilitas dan pembangunan jangka panjang.

Selain itu, Dewan Perdamaian juga akan memobilisasi sumber daya internasional dan memastikan adanya akuntabilitas selama proses transisi berlangsung.

Struktur Pendukung dan Dukungan Internasional

Sebagai bagian dari rencana besar tersebut, Amerika Serikat juga membentuk Komite Nasional untuk Administrasi Gaza yang akan melaksanakan fase kedua dari Rencana Komprehensif Trump untuk Mengakhiri Konflik Gaza.

Dibentuk pula sebuah Dewan Eksekutif pendiri serta Dewan Eksekutif Gaza yang akan mendukung kerangka kerja transisi di lapangan.

Trump turut mengundang sejumlah kepala negara dan pemerintahan dunia untuk bergabung dalam inisiatif ini, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sule Buka Suara Soal Penetapan Ahli Waris Anak Teddy Pardiyana
• 16 jam lalueranasional.com
thumb
Keluarga Kenang Pesan Terakhir Penumpang ATR 42-500: Mas Yoga Berangkat Dulu Ya...
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Jonatan Christie Ungkap Alasannya Mundur dari Indonesia Masters 2026
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Mentan Amran Kembali Bongkar 1.000 Ton Beras Ilegal di Tanjung Balai Karimun
• 21 jam lalufajar.co.id
thumb
Pilkada e-Voting Diusulkan, DPR Ingatkan Risiko Pengamanan Teknologi
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.