JAKARTA, KOMPAS.com — Percakapan singkat di rumah menjadi kenangan terakhir Sultan (15) bersama sang kakak, Yoga Naufal, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi penumpang Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (AIT) dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.
Sultan, adik bungsu Yoga, mengatakan komunikasi terakhir mereka terjadi pada Kamis malam (15/1/2026), dua hari sebelum keberangkatan dinas Yoga. Saat itu, Yoga menjemput Sultan sepulang studi tur.
"Aku sempat ngobrol di hari Kamis-nya, Kamis malam. Abang habis jemput aku, aku habis pulang study tour kan, pulang malam. Dia jemput aku. Habis itu ngobrol cerita banyak," jelas Sultan saat ditemui, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Diselimuti Duka dan Ketidakpastian, Keluarga Pramugari ATR 42-500: Mudah-mudahan Ada Mukjizat
Dalam percakapan tersebut, Yoga menanyakan kondisi Sultan yang baru kembali dari studi tur ke Kuningan, Jawa Barat. Yoga sempat khawatir karena adiknya tidak memberi kabar selama perjalanan.
"Abang nanya aku kondisinya bagaimana, study tour bagaimana. Kok enggak ada kabar, memastikan aja pas study tour," tuturnya.
Dua hari setelah pertemuan itu, tepatnya pada Sabtu (17/1/2026), Yoga mengabarkan orang tuanya bahwa ia akan berangkat dinas ke Makassar. Pemberitahuan tersebut disampaikan melalui pesan WhatsApp.
"Sempat ngasih tahu by WA. 'Ma, Mas Yoga berangkat dulu ya. Mas Yoga lagi di Jogja, sekarang mau ke Makassar', katanya gitu," ujar Sultan.
Namun, menurut Sultan, izin kali ini terasa berbeda karena disampaikan lebih lambat dari kebiasaan Yoga.
"Selalu izin, tapi yang kali ini izinnya agak telat. Ini pas mau terbang, biasanya Kan semalam sebelumnya telepon, ada telepon, ada kabar. Kalau ini pas lagi terbang baru ngabarin," ungkapnya.
Keluarga baru mengetahui kabar kecelakaan pesawat setelah mendapat telepon dari kerabat yang melihat pemberitaan di televisi.
Baca juga: Doa dan Harap Keluarga Pegawai KKP Korban Pesawat ATR
"Tahunya juga dari saudara, itu nelpon lagi nonton TV ada berita. Pesawat kecelakaan, jadi mastiin keluarga. Ternyata benar yang ditumpangi dengan Mas Yoga," tutur Sultan.
Saat ini, keluarga masih menunggu kepastian. Ibu Sultan diketahui telah berangkat ke Makassar untuk keperluan identifikasi korban.
"Sekarang, ibu di Makassar untuk pengambilan sampel DNA, tadi pagi sekitar jam 02.00 WIB," jelasnya.
Kronologi hilangnya kontak pesawatPesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport tercatat melakukan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu pagi (17/1/2026).
Pada pukul 04.23 UTC atau sekitar 11.23 WIB (12.23 Wita), Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center mulai mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu Bandara Makassar.





