Guru SD Negeri di Tangsel Diduga Lecehkan Muridnya Sejak Juli 2025

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Seorang guru sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial YP (55) diduga melecehkan murid-muridnya.

Dugaan tindak kekerasan seksual ini kini tengah ditangani polisi setelah dilaporkan oleh para orangtua korban.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tangsel Tri Purwanto mengungkapkan peristiwa tersebut diduga terjadi dalam rentang waktu cukup panjang, sejak Juli 2025 hingga Januari 2026.

Baca juga: Guru SD Negeri di Tangsel Diduga Lecehkan Murid, 9 Orangtua Lapor Polisi

"Untuk kejadian kami belum tau pasti tapi rentang waktunya katanya dari bulan Juli 2025 sampai Januari 2026," ujar Tri saat ditemui di Polres Tangerang Selatan, Senin (19/1/2026).

Tri menjelaskan, terduga pelaku merupakan wali kelas di sekolah tempatnya mengajar. Sementara itu, para korban yang melapor seluruhnya adalah murid kelas IV dengan jenis kelamin laki-laki.

Kasus ini terungkap setelah sebanyak 13 orang tua murid melaporkan dugaan pelecehan tersebut ke UPTD PPA Tangsel. Dari jumlah itu, sembilan orang tua memutuskan untuk melanjutkan laporan secara resmi ke kepolisian.

"Dari 13 (korban) itu, sembilan orangtua akhirnya melapor ke Polres. Jadi sekarang kami sedang dampingi dan sudah bikin laporan dan proses hukumnya kami serahkan ke Polres Tangsel," kata Tri.

Saat ini, UPTD PPA Tangsel terus berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Selain itu, pendampingan terhadap para korban juga menjadi perhatian utama, terutama terkait perlindungan dan pemulihan psikologis anak-anak.

Baca juga: Komnas PA Awasi Kasus Guru SD Negeri di Tangsel yang Diduga Lecehkan Murid

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Iya, saat ini kami sedang berkoordinasi dengan polres terkait peristiwa ini agar selesai prosesnya secara hukum dan yang terbaik untuk anak-anak kita," ucap Tri.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak sekolah maupun Polres Tangerang Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cuaca Jatim Selasa Ini Berawan dan Berpotensi Hujan
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Respons Gerindra Soal Bupati Sudewo yang Kena OTT KPK: Pak Prabowo Sudah Mengingatkan
• 25 menit laludisway.id
thumb
BRIN Menyelaraskan Arah Riset dengan Prioritas Pembangunan Nasional
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Agam Rinjani Ikut Bantu Evakuasi Pesawat ATR di Sulsel: Doakan Semua Segera Ditemukan!
• 25 menit lalufajar.co.id
thumb
Raja Malaysia Dukung Pembatasan Masa Jabatan Perdana Menteri Maksimal Dua Periode
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.