FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pemandu pendakian dan relawan penyelamat, Agam Rinjani akan ikut dalam proses evakuasi pesawat ATR 400 yang jatuh di Sulawesi Selatan (Sulsel). Itu dikonfirmasi Agam melalui unggahannya di Instagram.
Agam terlihat mengunggah sebuah video, menunjukkan alat yang disiapkan sebelum begabung bersama tim evakuasi. Di situ, terlihat peralatan seperti tali dan helm.
“Persiapan ikut membantu proses evakuasi pesawat jatuh di Maros!” tulis Agam dikutip Selasa (20/1/2026).
Dia meminta pengikutnya agar mendoakan semua korban pesawat tersebut agar segera ditemukan.
“Doakan semua segera ditemukan! Amin,” ujar Agam.
Pesawat ATR 400 yang jatuh di Sulsel diketahui milik maskapai Indonesia Air Transport. Pesawat itu hilang kontak saat dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.
Pencarian segera dilakukan oleh berbagai pihak. Titik terakhir pesawat terpantau berada di kawasan perbukitan dan hutan di sekitar Leang-leang, Kabupaten Maros
Ada sepuluh orang di pesawat itu. Terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Cuaca buruk dan medan berat menjadi kendala utama dalam upaya pencarian dan evakuasi. Tim SAR yang terjun, melibatkan helikopter dari TNI Angkatan Udara, serta peralatan canggih untuk menjangkau titik yang tersebar di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Pencarian membuahkan hasil dengan ditemukannya serpihan pesawat di lereng Gunung Bulusaraung. Beberapa bagian badan pesawat ditemukan berserakan.
Evakuasi korban pertama sempat dilakukan, namun kondisi medan yang sangat terjal menjadi hambatan serius. Satu korban berhasil dievakuasi dari dalam jurang sekitar 200 meter dari titik jatuh pesawat di Kawasan Bukit Bulusaraung.
Lalu korban kedua ditemukan meninggal di area tebing yang sangat curam. Tim SAR terus menyisir area tersebut untuk menemukan korban atau bukti lain.
Sampai saat ini, masih ada delapan korban yang belum ditemukan. Kotak hitam pesawat juga belum ditemukan.
(Arya/Fajar)




