Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa, 20 Januari 2026. Kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas siklon tropis, bibit siklon, serta dinamika atmosfer yang membentuk banyak daerah konvergensi.
Prakirawan BMKG Sufia menjelaskan, saat ini Siklon Tropis Nokaen terpantau berada di Laut Filipina sebelah timur Manila. Siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot dengan tekanan udara minimum 1.000 hektopaskal dan bergerak ke arah timur laut.
“Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, intensitas Siklon Tropis Nokaen diperkirakan tetap bertahan pada kategori 1 dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan minimum 1.002 hektopaskal, bergerak ke arah timur,” ujar Sufia, Selasa, 20 Januari 2026.
Citra satelit cuaca BMKG. (tangkapan layar/You Tube InfoBMKG)
Keberadaan Siklon Nokaen memicu peningkatan kecepatan angin di atas 25 knot di wilayah Laut Filipina bagian utara serta Samudera Pasifik timur Filipina. Sistem ini juga membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) dan perlambatan angin (konvergensi) di sekitarnya yang berpotensi memperkuat pembentukan awan hujan.
Selain itu, bibit Siklon Tropis 97S terdeteksi di perairan utara Australia. Sistem ini diperkirakan bergerak perlahan ke arah barat dengan kecenderungan intensitas sedikit menurun dalam 24–48 jam ke depan dan melemah dalam 72 jam mendatang.
Bibit siklon tersebut turut memicu peningkatan angin kencang di pesisir utara Australia barat Teluk Carpentaria, Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Laut Timor. Konvergensi juga terbentuk di wilayah Pulau Timor, Laut Arafuru, dan sekitarnya.
Baca Juga :
Angin Kencang di Kupang Akibat Siklon 97S“Kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon, bibit siklon, dan sepanjang jalur konvergensi,” jelas Sufia.
BMKG menekankan perlunya kesiapsiagaan di wilayah berikut:
- Hujan sangat lebat hingga ekstrem: Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Hujan lebat hingga sangat lebat: Bandar Lampung, Banten, Jawa Barat, Jakarta, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan
“Pastikan saluran air tidak tersumbat dan segera mengungsi jika terjadi peningkatan debit air secara cepat,” pesan Sufia.




