Dunia Mode Berduka, Desainer Legendaris Valentino Garavani Meninggal Dunia di Usia 93 Tahun

mediaindonesia.com
18 jam lalu
Cover Berita

DUNIA mode internasional kehilangan salah satu sosok paling berpengaruh. Perancang busana legendaris asal Italia, Valentino Garavani, atau yang lebih dikenal dengan nama Valentino, dikabarkan meninggal dunia pada usia 93 tahun.

Kabar duka ini disampaikan yayasan Valentino Garavani and Giancarlo Giammetti melalui pernyataan resmi di media sosial Instagram. Sang maestro mengembuskan napas terakhirnya di kediamannya di Roma, Italia.

“Beliau meninggal dunia dengan tenang di rumahnya di Roma, dikelilingi oleh cinta dari keluarganya,” tulis yayasan tersebut dalam pernyataan resminya.

Baca juga : Mahasiswa Desain Fesyen Lolos Kurasi Ajang Sunday Space Market di Jakarta

Penghormatan Terakhir di Roma

Pihak yayasan menginformasikan jenazah Valentino akan disemayamkan di Piazza Mignanelli, Roma, pada tanggal 21-22 Januari. Sementara itu, upacara pemakaman dijadwalkan berlangsung keesokan harinya di Basilica of Saint Mary of the Angels and Martyrs.

Lahir di Lombardy pada Mei 1932, Valentino memulai perjalanannya di dunia mode sejak usia 17 tahun dengan menimba ilmu di Paris. Sebelum mendirikan rumah modenya sendiri tahun 1960, ia sempat mengasah bakatnya bekerja di bawah desainer ternama seperti Balenciaga hingga Guy Laroche.

Ikon 'Valentino Red' dan Kemewahan Karpet Merah

Valentino dikenal sebagai perancang yang memuja kemewahan dan kemegahan. Salah satu kontribusi terbesarnya bagi sejarah mode adalah penggunaan warna merah khas yang dikenal sebagai "Valentino Red". Warna ini terinspirasi dari perjalanannya ke Spanyol dan melahirkan gaun fiesta yang ikonik. Begitu saktinya warna ini, pada koleksi terakhirnya di tahun 2008, seluruh model mengenakan gaun merah pada sesi penutup (finale).

Karya-karyanya menjadi langganan para tokoh besar dunia, mulai dari bangsawan seperti Putri Madeleine dari Swedia, hingga deretan bintang Hollywood seperti Elizabeth Taylor, Julia Roberts, Gwyneth Paltrow, Nicole Kidman, hingga Jennifer Lopez.

Alexandra Shulman, mantan editor Vogue, menyoroti peran penting Valentino dalam membentuk tren karpet merah. "Pakaiannya bukanlah sesuatu yang Anda kenakan untuk pergi ke kantor, itu adalah gaun-gaun yang sangat menakjubkan," ungkapnya.

Sepanjang kariernya, Valentino disejajarkan dengan raksasa mode lain seperti Giorgio Armani dan Karl Lagerfeld. Atas dedikasinya, ia dianugerahi penghargaan Outstanding Achievement di British Fashion Awards pada Desember 2023. Kini, sang maestro telah tiada, namun warisan "merah" dan kemewahannya akan tetap abadi dalam sejarah haute couture dunia. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg Bangka Aman, Warga Diminta Beli di Pangkalan Resmi
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Tim SAR Temukan Barang Milik Korban Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung: Dompet-Barang Elektronik
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
BGN Angkat 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK Bulan Februari 2026
• 2 jam lalunarasi.tv
thumb
Aksi Curanmor di Margorukun Surabaya Digagalkan Warga, Satu Pelaku Diamankan
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Putusan MK Soal Uji Materil UU Pokok Pers Diambil Tidak Secara Bulat
• 2 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.