Bantu pasien lumpuh, China kembangkan pelacak mata berbasis kedipan

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jinan (ANTARA) - Sejumlah peneliti di China mengembangkan sistem pelacakan mata bertenaga mandiri yang memanfaatkan energi dari kedipan mata untuk membantu individu yang mengalami kelumpuhan mengendalikan sejumlah perangkat seperti kursi roda dan temuan ini menawarkan terobosan potensial dalam teknologi alat bantu.

Sistem interaksi manusia-komputer bertenaga mandiri semakin menarik perhatian besar berkat kinerjanya yang berkelanjutan, sensitif, dan stabil, yang dipicu oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Sebagaimana dilaporkan dalam jurnal Cell Reports Physical Science bulan ini, sistem tersebut menggunakan nanogenerator bernama TENG untuk menangkap gesekan mikro yang terjadi di antara kelopak mata dan bola mata saat berkedip. Energi yang dihimpun menenagai sensor, menghilangkan kebutuhan akan baterai eksternal.

Perangkat yang diberi nama ET-TENG ini dikembangkan oleh tim-tim dari Universitas Qingdao dan Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Hong Kong, dan mampu mendeteksi gerakan mata halus dengan presisi tinggi.

Perangkat ini terbukti dapat mengidentifikasi sudut defleksi bola mata minimal 2 derajat dengan akurasi 99 persen. Perangkat itu juga dapat berfungsi dalam kondisi gelap gulita, mengatasi keterbatasan pelacak mata berbasis kamera tradisional yang bergantung pada sumber cahaya eksternal.

Teknologi tersebut dapat memungkinkan individu dengan kondisi seperti amyotrophic lateral sclerosis (ALS), yang masih dapat menggerakkan mata, untuk mengoperasikan komputer atau kursi roda, kata studi tersebut.

Selain bantuan medis, tim itu menyebutkan bahwa sistem ini dapat diterapkan dalam eksplorasi luar angkasa untuk panel kontrol bebas genggam (hands-free), dalam kendaraan pintar untuk pemantauan kelelahan pengemudi, dan dalam menjadikan perangkat jemala (headset) realitas virtual (virtual reality/VR) lebih ringan dan hemat energi.

Sensitivitas tinggi, struktur sederhana, dan kemampuan antiinterferensi kuat yang dimiliki perangkat ini memberikan dukungan teknis untuk mendorong penerapan di bidang interaksi manusia-komputer, kata para peneliti.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cara Simulasi Latihan Soal TKA SD-SMP 2026 Gratis di Link pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka
• 16 menit lalukompas.tv
thumb
Curah Hujan Sabtu–Minggu Bikin Banjir, Pramono: Tertinggi Selama Saya Gubernur
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Purbaya Respons Thomas Djiwandono Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur BI
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Fans Liverpool Soraki Tim, Rumor Xabi Alonso Menguat: Nasib Arne Slot di Anfield Terancam?
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Mengenal Metode 45 Menit, Rahasia Produktif untuk Fokus yang Lebih Tajam
• 16 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.