Neil Ricardo Tobing Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum dari Unpad, Bahas Publisher Right di Era New Economy

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Bandung, VIVA – Direktur Visi Media Asia (VIVA), Neil Ricardo Tobing, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung. Gelar tersebut diperoleh setelah Neil sukses mempertahankan disertasi berjudul “Publisher Right atas Produk Jurnalisme pada Platform di Era New Economy” dalam sidang promosi doktor..

Sidang promosi Doktor Ilmu Hukum Neil Ricardo Tobing digelar di Gedung Komar Kantaatmadja, Ruang Auditorium Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung, Senin (19/1/2026). Sidang terbuka tersebut dihadiri oleh keluarga, penggiat media, perwakilan Dewan Pers, kolega, serta civitas akademika Universitas Padjadjaran.

Baca Juga :
Raja Malaysia Geram Korupsi di Tubuh Militer, Ancam Tunjuk Sipil Jadi Panglima Tentara
Kiai Ahmad Nuryanto Tarik Pernyataan soal Aceh Dilaknat: Demi Allah Tak Ada Unsur Kesengajaan

Dalam sidang tersebut, Direktur VIVA Neil Ricardo Tobing memaparkan disertasi yang mengkaji secara mendalam hak penerbit (publisher right) atas produk jurnalistik di tengah dominasi platform digital dalam ekosistem new economy. Kajian ini menyoroti relasi yang semakin timpang antara perusahaan pers dengan platform digital global.

Neil Ricardo Tobing Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum dari Unpad
Photo :
  • Cepi Kurnia/tvOne/Bandung

Di hadapan para penguji, Neil menjelaskan disertasinya dengan lancar disertai argumentasi yang kuat. Ia menekankan bahwa dalam lima tahun terakhir, industri pers nasional menghadapi tantangan serius akibat dominasi platform digital, terutama terkait distribusi, visibilitas, dan monetisasi konten berita yang berdampak pada independensi perusahaan pers.

Neil juga menyoroti pentingnya kehadiran regulasi yang lebih komprehensif dalam ekosistem jurnalisme digital, termasuk dalam menghadapi disrupsi teknologi baru seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang kian masif memengaruhi produksi dan distribusi informasi.

Lebih lanjut, Neil menegaskan bahwa industri pers telah mengalami perubahan signifikan seiring pergeseran pola konsumsi informasi masyarakat. Saat ini, publik dinilai lebih banyak mengakses berita melalui media sosial dibandingkan media arus utama.

"Oleh karena itu, media konvensional harus berbenah dengan memahami pola konsumsi publik serta memanfaatkan teknologi terkini agar penyajian berita menjadi lebih cepat dan akurat," kata Direktur VIVA, Neil, Senin (19/1/2026).

Terkait peran media sosial, Neil menilai perlunya pengaturan yang lebih kuat mengingat dampaknya yang sangat besar terhadap cara berpikir masyarakat, khususnya generasi muda.

"Konten yang tidak sesuai usia dinilai berisiko dan dapat berdampak buruk bagi masa depan generasi muda," katanya. (Laporan Cepi Kurnia, tvOne, Bandung)

Baca Juga :
Dewi Perssik Mau Dijodohkan Sama Virgoun: Aku Bisa Jadi Mama Anak-anaknya!
Dua Figur Pembentuk Filosofi Pelatih Timnas Indonesia John Herdman: Eks Tentara hingga Sir Bobby Robson
Gara-gara Greenland: Trump Hantam 8 Negara Uni Eropa, Prancis Ancam Balas dengan Bazoka

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Akan Bertemu Raja Charles III, Bahas Kerja Sama Konservasi Gajah di Aceh
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Partai Gerakan Rakyat Resmi Berubah Jadi Parpol, Diketuai Sahrin Hamid Eks Kader PAN
• 23 jam laludisway.id
thumb
Curah Hujan Ekstrem Jadi Biang Banjir Jakarta, Pramono: di Luar Prediksi
• 12 jam laludisway.id
thumb
Untuk Ivar Jenner, Persija Rela Keluarkan Duit?
• 16 jam lalufajar.co.id
thumb
BPS Ungkap Tren Inflasi saat Ramadan, Antisipasi Harga Daging Ayam-Minyak Goreng
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.