- Serpihan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak ditemukan di Gunung Bulusaraung.
- Pesawat membawa 10 orang, dua jenazah telah ditemukan tim SAR gabungan.
- Penyebab kecelakaan kini masih dalam proses investigasi oleh pihak KNKT.
Suara.com - Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, akan diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Pada tahap ini, belum dapat ditarik kesimpulan mengenai faktor penyebab kejadian," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/1/2026).
Dilansir dari Antara, Dirjen Perhubungan Udara memberikan perkembangan terbaru mengenai penanganan pesawat dengan registrasi PK-THT tersebut, yang dilaporkan hilang kontak saat dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Penemuan Serpihan Pesawat
"Tim SAR Gabungan berhasil menemukan serpihan pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, yang berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep," ujar Lukman.
Lokasi tersebut berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Penemuan dilakukan pada Minggu (18/1/2026) pagi melalui operasi udara. Pada pukul 07.49 WITA, tim berhasil mengidentifikasi secara visual serpihan besar yang diduga merupakan bagian badan dan ekor pesawat.
Menindaklanjuti temuan tersebut, TNI AU segera mengerahkan lima prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) menggunakan helikopter ke lokasi untuk menyiapkan proses evakuasi. Tim darat gabungan juga diterjunkan untuk memperkuat upaya pencarian.
Total orang di dalam pesawat (POB) tercatat sebanyak 10 orang, yang terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Ketiga penumpang tersebut merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Proses Evakuasi dan Investigasi
Baca Juga: Misteri di Lereng Bulusaraung: Mengapa Pesawat Sehat Menabrak Gunung?
Lukman menuturkan, proses evakuasi masih terus dilaksanakan oleh Basarnas bersama tim gabungan TNI/Polri. Berdasarkan informasi awal, kondisi cuaca saat kejadian menunjukkan jarak pandang sekitar delapan kilometer dengan sedikit berawan.
Berdasarkan operasi SAR hari ketiga, tim gabungan telah menemukan dua korban, masing-masing berjenis kelamin perempuan dan laki-laki, di jurang Gunung Bulusaraung.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan pada tahap ini belum berada dalam posisi untuk menyimpulkan penyebab kejadian," tegas Lukman.
Ia menambahkan bahwa seluruh proses investigasi menjadi kewenangan penuh KNKT.



